Napi Nusakambangan yang Kabur Ditangkap Lagi usai Kelaparan

M Husein, narapidana kasus narkotika, yang sempat kabur dari Lapas Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Ditjenpas

VIVA.co.id - Petugas Pemasyarakatan gabungan menangkap M Husein (43 tahun), narapidana kasus narkotika, yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Terpidana yang dihukum seumur hidup itu ditangkap setelah diburu lebih sepekan.

Menurut Kepala Sub Bagian Publikasi Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Syarpani, napi bernama M Husein ditangkap pada Rabu pagi, 1 Februari 2017. Ia ditangkap saat ingin membeli makanan di area rumah dinas pegawai di Lapas Batu, Nusakambangan.

"Tadi pagi baru tertangkap. Diduga dia kelaparan dan ingin mencari makan, dan langsung ditangkap salah seorang petugas kita," kata Syarpani di sela tinjauan di Lapas IIA Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu, 1 Februari 2017.

Napi itu langsung dibawa ke sel khusus di Lapas Batu untuk dimintai keterangan. Tertangkapnya M Husein menjadikan perburuan dua napi kabur pada Sabtu pekan lalu telah berakhir.

Pada Senin malam, 30 Januari 2017, rekan M Husein, yakni Sarjani Abdullah (40 tahun), ditangkap petugas saat bersembunyi di plafon Masjid di kawasan Lapas Batu.

Syarjani dan Husein kabur dari Lapas Batu pada Sabtu pekan lalu. Mereka melarikan diri dengan cara memanjat pagar di Pos III yang belum ada penjaganya sekira pukul 14.00 WIB.

Kedua napi itu adalah napi kasus narkoba yang baru dipindahkan sebulan lalu dari Lapas Cirebon. M Husein diketahui napi yang dihukum seumur hidup dan merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka.

Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Strisman, menjelaskan bahwa setelah kejadian itu pihaknya mengevaluasi menyeluruh sistem keamanan di Lapas Nusakambangan. Termasuk evaluasi sumber daya manusia yang kini masih kekurangan petugas penjagaan.

"Yang jelas kita akan arahkan kepada semua jajaran untuk memperketat keamanan dan peningkatan pengawasan. Itu agar kejadian serupa tak terulang," kata Sutrisman.