Surat Terbuka Menteri Agama untuk Netizen

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA.co.id – Banyaknya informasi bohong atau hoax yang beredar di dunia maya mengundang keprihatinan. Hal itu membuat Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menuliskan surat terbuka kepada netizen.

Lukman memberi istilah dunia maya sedang dilanda penyakit hati, sampah informasi secara masif beredar tanpa verifikasi dan konfirmasi. Hoax, desas-desus, fitnah dan hujatan, menurut dia, terus berlanjut.

Mengutip data Kementerian Komunikasi dan Informatika pada akhir 2016, kata Lukman, terdapat sedikitnya 800 situs yang diduga menjadi produsen virus hoax, berita palsu, dan ujaran kebencian. Tersebar melalui Facebook, Twitter hingga grup-grup Whatsapp. Ibarat virus kata dia, langsung menyerang otak dan nalar insani.

"Bila terpapar virus ini, orang akan mengalami skizofrenia informasi yang berujung lunturnya nurani. Hilang kebijaksanaan akal dan keluhuran budi," kata Lukman, Kamis, 9 Februari 2017.

Berikut isi lengkap surat terbuka Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin seperti yang diterima dan dikonfirmasi kembali oleh VIVA.co.id:

Para netizen yang budiman,

Dunia maya kita sedang dilanda penyakit hati. Sampah informasi bertebaran secara masif tanpa verifikasi dan konfirmasi. Hoax, sas-sus, fitnah, dan hujatan bersahut-sahutan nyaris tiada henti. Informasi sumir yang sudah usang datang silih berganti.

Penyakit ini kini mewabah nyaris tak terperi. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, pada akhir 2016 terdapat sedikitnya 800 situs yang diduga menjadi produsen virus hoax, berita palsu, dan ujaran benci. Tersebar melalui Facebook, Twitter, hingga grup-grup Whatsapp, virus itu langsung menyerang otak mengoyak nalar insani. Bila terpapar virus ini, orang akan mengalami skizofrenia informasi yang berujung lunturnya nurani. Hilang kebijaksanaan akal dan keluhuran budi.

Padahal akal dan budi adalah penentu seseorang, mampu tegak dalam jalur kemuliaan ataukah terjerambab dalam kemudaratan. Makanya, penyakit hati sering disebut biang segala masalah. Orang cerdas jadi nampak beringas, orang berilmu terjebak saling berseteru, dan orang berbudi dicaci-maki. Jempol tangan bergerak tanpa kendali: mengamini setiap info tanpa verifikasi lalu menyebarkannya seolah semua orang peduli. Hal demikian bukan saja menghancurkan persahabatan tapi juga memundurkan peradaban.