Berkas Video Diksar Maut Mapala UII Sempat Dihapus Panitia

Penyidik Polres Karanganyar, Komisaris Polisi Prawoko, menjelaskan tentang pemeriksaan saksi kasus diksa maut Mapala Universitas Islam Indonesia pada Selasa, 28 Februari 2017.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fajar Sodiq

VIVA.co.id - Kepolisian Resor Karanganyar memeriksa lagi para saksi kasus kematian tiga mahasiswa peserta Pendidikan Dasar Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Indonesia (UII) di Gunung Lawu. Ada sebelas orang saksi dalam pemeriksaan itu.

Penyidik Polres Karanganyar juga memutarkan video kekerasan yang terjadi dalam rangkaian kegiatan Diksar UII untuk mengorek keterangan para saksi dan peserta diksar.

Menurut Wakil Kepala Polres Karanganyar, Komisaris Polisi Prawoko, sebenarnya penyidik mengagendakan memeriksa 14 orang saksi pada Selasa, 28 Februari 2017. Namun tiga di antara mereka tidak hadir.

"Untuk pemeriksaan hari ini, tiga orang saksi tidak bisa hadir. Selanjutnya, saksi yang belum hadir dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan pada esok hari," katanya di Markas Polres Karanganyar.

Total saksi yang akan diperiksa sebanyak 27 orang. Pemeriksaan dibagi menjadi dua kelompok: Sebanyak 14 orang pada hari ini dan sisanya besok. Namun jumlah saksi yang diperiksa besok menjadi 16 orang karena ditambah tiga orang yang tak hadir hari ini.

Pemeriksaan itu untuk mencari keterangan tambahan dari para saksi, yang merupakan peserta Diksar Mapala UII. Pemeriksaan juga hasil koordinasi dengan Kejaksaan dalam rangka pelengkapan berkas perkara.

"Dulu para saksi peserta itu pernah diperiksa di Yogyakarta dengan jemput bola dari penyidik. Namun setelah adanya bukti baru, kita panggil kembali para saksi untuk dimintai keterangan," kata Prawoko.

Dalam pemeriksaan di ruang rapat Polres Karanganyar, menurut Prawoko, penyidik memutar rekaman video saat kegiatan Diksar Mapala UII. Berkas (file) rekaman video itu diduga sempat dihilangkan oleh panitia. Namun berkat bantuan Pusat Laboratorium Forensik cabang Semarang, berkas-berkas berisi rekaman video dan foto kegiatan bisa dipulihkan.

"Video rekaman kegiatan diksar diputarkan oleh penyidik. Jadi para saksi bisa melihat saat kegiatan berlangsung. Nah, pemutaran video ini dalam rangka mencari data baru terkait keterangan dari saksi," ujarnya.

Tiga mahasiswa UII tewas setelah mengikuti pendidikan dasar mahasiswa pencinta alam di Gunung Lawu, Lereng Selatan, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari 2017. Mereka, antara lain, Ilham Nurfadmi Listia Adi, Muhammad Fadhli, dan Syaits Asyam.

Muhammad Fadhli meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar pada 20 Januari. Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia Adi mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, masing-masing pada 21 Januari dan 24 Januari.