Perahu Terbalik di Gresik, 2 Tewas dan 7 Hilang

Tim SAR temukan korban perahu tenggelam di Bengawan Solo, Jawa Timur.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Januar Adi Sagita

VIVA.co.id - Perahu tambang sarat penumpang terbalik di aliran Sungai Brantas di Dusun Grompol, Desa Sumberame, Kecamatan Wringanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Kamis, 13 April 2017. Dua dari 13 penumpang ditemukan meninggal dunia.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Wringinanom, Ajun Komisaris Polisi Rudy Hartono, berdasarkan kesaksian warga, perahu nahas itu tengah menyeberang dari Desa Serbo, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, menuju desa seberang sungai, Wringinanom, Kabupaten Gresik.

Di tengah sungai, kata Rudy, perahu berpenumpang 13 orang itu miring lalu terbalik. Seketika semua penumpang dan tujuh unit sepeda motor tumpah ke dalam sungai. Diduga, perahu terbalik karena kelebihan muatan. Petugas yang menerima laporan langsung melakukan pencarian.

Rudy menjelaskan, hingga kini enam penumpang yang ditemukan. Dari jumlah itu, dua penumpang dinyatakan meninggal dunia. Sisanya, yakni tujuh orang, masih dicari oleh tim gabungan SAR. "Petugas dan warga masih melakukan pencarian," ujarnya dikonfirmasi wartawan.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menyampaikan rasa duka atas musibah itu. Menurutnya, di sepanjang aliran sungai Brantas dan Bengawan Solo memang banyak perahu tambang untuk warga menyeberang. "Itu keputusan warga. Awalnya bambu dijajar-jajar untuk menolong, lalu akhirnya jadi pendapatan," katanya di Surabaya.

Menurut Gubernur, belum ada regulasi soal perahu tambang penyeberangan di sepanjang sungai di Jatim. Jembatan yang dibangun setiap seratus meter sulit direalisasikan. Hal yang paling mungkin ialah pemerintah kabupaten/kota setempat memaksimalkan pengawasan keselamatan.