Kemenag Desak First Travel Pastikan Jadwal Berangkat Jemaah

Suasana ibadah umrah di Arab Saudi beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • REUTERS/Ahmed Jadallah

VIVA.co.id – Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama sudah memanggil pihak First Travel terkait penundaan pemberangkatan terhadap 270 jemaah beribadah umrah. Pemanggilan First Travel sudah dilakukan Selasa, 18 April 2017, dan diterima Direktur Umrah dan Haji Khusus Muhajirin Yanis.

"Kami telah memanggil First Travel untuk mengklarifikasi isu berkembang di lapangan, terutama terkait adanya sekitar 270 jemaah yang tertunda keberangkatannya. Kami juga melakukan cross check atas data yang ditemukan di lapangan untuk mengetahui penyebab sesungguhnya," ujar Muhajirin Yanis, di Kementerian Agama, Jumat, 21 April 2017.

Selain itu, Muhajirin juga menanyakan masalah penjadwalan ulang keberangkatan jemaah umrah First Travel. Awalnya, pihak Kemenag telah mendapat laporan tentang adanya keluhan sejumlah jemaah yang mengalami penundaan pemberangkatan.

Selain penundaan, nomor urut keberangkatan juga sempat banyak dikeluhkan oleh jemaah.

"Kami juga mendapat temuan di lapangan, peserta yang seharusnya berangkat belakangan, didahulukan. Jemaah yang seharusnya berangkat lebih awal akhirnya bereaksi dan menuntut ada kepastian keberangkatan," ujarnya.

Untuk itu, Kemenag telah meminta kepada pihak First Travel untuk segera memberikan jadwal keberangkatan yang pasti kepada jamaah.

Pihak Travel juga diminta untuk segera mendata ulang jemaah yang mendaftar promo sejak tahun 2015, namun hingga saat ini belum mendapatkan jadwal keberangkatan. Atau sudah mendapat jadwal tapi masih tertunda.

"Apa yang telah menjadi kesepakatan bersama, Kemenag akan terus memantau dan mendalami apakah ini betul-betul dilaksanakan," kata Muhajirin.

Sebelumnya, di media sosial beberapa hari lalu sempat dihebohkan dengan adanya travel pemberangkatan umrah yang menunda keberangkatan jemaahnya. Hal tersebut menjadi viral lantaran banyak peserta umrah di travel tersebut mengeluhkan penundaan yang tak jelas itu. (ase)