Kabupaten OKI Sumsel Jadi Percontohan Restorasi Gambut Dunia

Perwakilan delegasi 27 negara dari Asia pasific menanam pohon dihutan gambut, sepucuk Kabupaten OKI, Sumsel.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Aji YK Putra (Palembang)

VIVA.co.id – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi percontohan restorasi lahan gambut dunia setelah berhasil memperbaiki hutan yang terbakar sejak 10 tahun lalu. Setidaknya, di Kabupaten ini lahan seluas 20 hektare telah dilakukan restorasi dan pengembalian fungsi gambut yang sudah mulai normal.

Berbagai jenis pohon lokal ekosistem hutan rawa gambut, seperti Ramin, Jelutung rawa, Punak, Perupuk, Meranti, Medang klir dan jenis-jenis pohon pionir hasil suksesi alami, yaitu Beriang, Gelam, Perepat, dan Geronggang telah ditanam.

"Dalam waktu kurang dari 6 tahun lahan gambut bekas kebakaran 10 tahun yang lalu, awalnya terbuka dan kosong tanpa pepohonan, saat ini telah rimbun oleh penutupan tajuk pohon berkisar antara 50–70 persen," kata Bupati OKI, Iskandar, dalam acara Bonn Challange yang dihadiri delegasi dari 27 negara Asia Pasifik, Selasa 9 Mei 2017.

Iskandar melanjutkan, sebelum pemerintah pusat membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk menata lanskap ekologi gambut, mereka telah lebih dahulu melakukan konsep restorasi.

"Sudah 10 tahun terakhir, jika daerah Kabupaten OKI terkena kekeringan dan kemarau panjang lahan ini tidak terbakar," ujarnya.

Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, mengaku, langkah yang diambil Pemkab OKI dan Balitbang LHK Palembang sudah menjadi terobosan nasional dan disorot dunia internasional melalui lembaga International Tropical Timber Organisation (ITTO), karena telah melakukan restorasi secara sukses.

"Ini sudah menjadi soroton dunia internasional melalui ITTO, semoga dapat diterapkan di tempat lain. Kita tahun ini harus bekerja sama untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah saja, seluruhnya harus terlibat termasuk masyarakat," kata Alex.  (one)