Begini Rencana Agus Wiguna Ledakan Bom Panci di Braga 

Bom panci meledak di rumah kontrakan di Kampung Kubang Bereum, Bandung.
Sumber :
  • istimewa

VIVA.co.id – Terduga pelaku bom panci Kubang Bereum, Agus Wiguna berencana meledakan bom panci di tiga lokasi di Kota Bandung Jawa Barat. Di antaranya, kafe Bali di jalan Braga, rumah makan celeng di kawasan Astana Anyar, dan Gereja di kawasan Buah Batu.

Namun, rencana tersebut terungkap aparat, setelah salah satu bom yang dirakitnya meledak di kontrakannya Kubang Bereum nomor 35 RT 07/11 Kelurahan Sekejati Kecamatan Buah Batu Kota Bandung pada Sabtu 8 Juli 2017.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, salah satu rencana melancarkan aksi teror di kafe Bali pada 16 Juli 2017, terduga sudah memaping pola ledakan yang akan terjadi.

"Dengan menggunakan Bobi Trap, itu panci yang ditarik oleh tali, sehingga saat orang lewat tali tersebut, akan meledak. Itu rencananya dia," kata Yusri, Senin 10 Juli 2017.

Menurutnya, dengan temuan di kamar kontrakannya, pihaknya memeriksa yang bersangkutan untuk menelusuri adanya bom-bom rakitan yang disembunyikan.

"Ada beberapa tempat lain (jadi target), sekarang kita di tim ini sedang bekerja keras memeriksa yang bersangkutan dan saksi-saksi lain untuk mencari apa kemungkinan masih ada bom-bom yang lain," katanya.

Yusri menambahkan, hasil pemeriksaan awal, rencana aksi teror Agus yang terkonfirmasi dari tiga lokasi target, saat ini baru kafe Bali. "Belum (agenda untuk celeng dan gereja), baru satu. Rencananya sudah (teragendakan), tetapi keburu meledak duluan," ujarnya.

Pencarian aset bom rakitan saat ini menjadi salah satu prioritas aparat dalam mendalami rencana aksi teror Agus. Terduga pelaku yang masuk kategori Lone Wolf (teroris tunggal) ini belajar dari internet sejak awal 2017, untuk merakit bom panci dengan motif membenci pada agama-agama lain.

"Dengan target yang disebutkan itu apakah ada bom-bom yang sudah dirakit, kan ada tiga tempat. Kemungkinan ada tiga, tetapi kan kita masih dalami," katanya. (asp)