Sosok Terduga Teroris yang Ditangkap di Tasikmalaya

Densus 88 Antiteror memeriksa rumah kontrakan tempat terjadi ledakan Bom Panci di Kelurahan Sekejati, Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/7/2017).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Agus Bebeng

VIVA.co.id – Penangkapan terduga teroris berinisial KDR oleh anggota Densus 88 Antiteror di kampung Pasir Peuti, Cibanteng, Parungponten, Tasikmalaya, Jawa Barat, menggegerkan warga sekitar. 

Warga tak menyangka salah seorang tetangganya diduga terlibat dalam jaringan bom panci di Buah Batu, Bandung.

Sosok KDR di mata tetangga dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan rajin beribadah di masjid. Berbagai pengajian pun diikuti KDR jika berada di kampung halamannya.

Kasie Pemerintahan Desa Cibanteng, Ono Darsono, mengatakan, KDR sudah berada di kampungnya sekitar satu bulan lebih pasca berjualan bubur kacang di Buah Batu, Bandung. KDR memilih tinggal di kampung dengan alasan menderita sakit liver.

"Orangnya tertutup. Keluar juga paling sembahyang ke masjid. Ia juga rajin pengajian. Kondisinya dia cacat kaki agak pincang sedikit. Kata kakaknya, dia sudah satu bulan lebih tinggal di sini setelah dari Bandung," kata Ono, Rabu 12 Juli 2017.

Sementara itu, sehari sebelum ditangkap anggota Densus 88, KDR sempat mengaku kepada tetangga sebagai teman pelaku bom panci di Buah Batu, AW. Namun, saat disarankan untuk melapor pada polisi, dia malah diam.

"Kenal, dia tetangga dekat cuma enggak keluar rumah. Pas ada bom di Bandung, katanya dia mengaku temannya satu kontrakan saat jualan bubur," kata tetangga KDR, Otong Koswara.

Pihak keluarga pun tidak mengetahui keberadaan KDR hingga Rabu siang usai dibawa Densus 88. Mereka hanya meyakini KDR tidak terlibat dalam aksi terorisme dan meminta polisi menjaga dan melepaskannya.

Bayu Nugraha/ Ipung S Munawar (Tasikmalaya)