Perempuan Berusia 33 Tahun Lahirkan 4 Bayi kembar

Nora Septiani (33), warga asal Kota Palembang yang melahirkan empat bayi kembar, Rabu (6/12/2017)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Aji YK

VIVA – Wajah semringah terpancar dari pasangan Hekki Triawan dan Nora Septiani ketika menyaksikan empat bayi kembarnya terlahir selamat, Rabu, 6 Desember 2017.

Meski tiga bayi perempuan dan satu laki-laki itu masih harus menjalani perawatan intensif di inkubator, namun warga Kota Palembang Sumatera Selatan ini tetap bergembira.

"Anak pertama saya minta adik. Ya di luar dugaan bisa dapat empat. Tapi saya sangat senang, alhamdulilah istri saya sehat dan empat anak saya juga sehat," kata Hekki yang terlihat senang.

Septiani, perempuan berusia 33 tahun ini sebelumnya memang melahirkan melalui proses pembedahan di RS Muhammad Hoesin Palembang.

Sebelum kehamilan, ia memang mengikuti program inseminasi, yakni proses pembuahan janin dengan cara disaring lebih dahulu sebelum masuk ke dalam rahim.

Menurut Dokter Kandungan yang menangani Inseminasi di RSMH Palembang, dr R.M Aerul Cakra Alibasya, program inseminasi itu ditujukan untuk memperbesar kehamilan.

Namun demikian, tanpa diduga sel telur yang ada di dalam rahim Nora justru membelah, dan itu terdeteksi pada minggu ke-10. "Ini di luar dugaan, karena pada minggu pertama terdeteksi hanya satu sel telur. Kemudian membelah menjadi empat sel telur," kata Aerul.

Tim dokter pun sempat kewalahan mengetahui kondisi itu. Sebab, pada proses kehamilan, plasenta tidak mampu mengalirkan darah kepada empat bayi kembar. "Kami langsung melakukan peningkatan rahim agar mampu bertahan selama usia kehamilan 33 minggu dan berhasil," ujarnya.

Kini, empat bayi kembar Septiani terlahir selamat. Masing-masingnya telah diberi nama, yakni Kenzo dengan berat 1.500 gram berjenis kelamin laki-laki.

Lalu tiga lainnya dengan jenis kelamin perempuan yakni, Keyla dengan berat 1.400 gram, Keyza dengan berat 1.410 gram dan Keyra dengan berat 1.250 gram.

Kini, lantaran seluruh bayi memiliki berat badan di bawah normal, maka seluruhnya mesti mendapat perawatan intensif.

"Kami upayakan semaksimal mungkin akan melakukan perawatan pada bayi tersebut. Jika nantinya kondisi bayi sudah baik maka dapat diperbolehkan pulang," kata dokter anak, Indrayadi. (mus)