Celup, Ide 'Polisi Moral' Sebenarnya Apa?

Poster Kampanye Celup, Cekrek, Lapor dan Upload yang diunggah di jejaring sosial
Sumber :
  • VIVA/Instagram

Selain itu, akun ini banyak mengunggah foto berupa teks dengan kata-kata menyentil dan unik, seperti, "Nikah Belum Tapi Panggilnya Ayah-Bunda" lalu ada juga "Dari Mata Turun Ke Dada". Kemudian, "Berdua di Mobil Bikin Hamil" dan lainnya.

Di linimassa jejaring sosial, sejak kata CELUP menjadi puncak percakapan, ragam komentar pun muncul mengenai kampanye ini. Sejumlah pengguna memandang bahwa kampanye ini tak tepat, karena bisa mengarahkan pada tindakan persekusi, pornografi, dan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Kamu bisa bayangin gak? Anak kamu yang remaja laki peluk adiknya yang cewek, sambil jalan di taman ngebawa anjing, lalu di foto sama kawanan CELUP CABUL ini dan dirisak di medsos? Kalau aku jadi orangtua, aku kejar pelakunya!" tulis aktivis perempuan Tunggal Pawestri.

Kemudian ada juga akun bernama Iyar yang menganggap gaya CELUP sebagai akun gosip Lambe Turah di Instagram.

Kritik serupa juga dilontarkan akun milik pekerja seni Iman Brotoseno. Dalam statusnya, Iman berpandangan jika kampanye CELUP akan berpotensi melanggar hukum.

Dan yang lebih komplet, kritikan ini dipaparkan oleh penulis Detha yang menggunakan akun twitter @prastyphylia.