Pembunuh Aiptu Samsul Lebih dari Satu dan Orang Terlatih

Evakuasi korban kejahatan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Anwar Sadat

VIVA – Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Semarang Komisaris Besar Polisi Abiyoso Seno Aji menyebut, pelaku pembunuhan terhadap Aiptu Samsul Huda merupakan orang terlatih. Diduga, pelaku juga tak hanya satu orang.

Kesimpulan itu, menurut Abi didapat dari sejumlah luka tusuk yang ada di tubuh korban. Mulai dari luka tusuk di telapak tangan, paha, jari telunjuk kiri nyaris putus hingga bagian punggung. Luka-luka di titik vital itu dipastikan yang menyebabkan anggota Polsek Pelabuhan Tanjung Emas itu tewas.

"Pelaku ini sudah terlatih, ini dilihat dari luka tusukan yang letaknya di bagian-bagian vital. Bekas tusukannya itu di titik mematikan," kata Abiyoso, Sabtu, 20 Januari 2018.

Sedangkan analisis pelaku lebih dari satu orang, lanjut Kapolres, karena pelaku membantai korban dengan tusukan di sejumlah titik depan dan belakang. Seperti halnya di bagian punggung.

"Jadi kalau dilihat dari lukanya juga, pelaku ini lebih dari satu orang. Karena ada luka tusukan dari punggung korban," ujarnya.

Melihat kondisi korban, ia menyimpulkan bahwa penyebab tewasnya korban bukan bukan karena kecelakaan, tapi tusukan benda tajam akibat dibunuh orang.

Polisi sendiri telah melakukan olah kejadian perkara di lokasi korban ditemukan yakni di pinggir jalan arteri Yos Sudarso, tepatnya di depan Hotel Puri Garden. Jalanan di lokasi kejadian itu diketahui merupakan jalan yang biasa dilalui korban saat berangkat atau pulang dinas.

"Koban ini lepas dinas pukul 20.00 WIB. Kalau melihat waktunya (ditemukan) sekitar 00.14 WIB. TKPnya ruas jalan yang selalu dilalui korban, " ujarnya.

Untuk memburu pelaku, Abi mengaku terus mendalami apa saja kegiatan korban selepas pulang dinas serta siapa saja orang-orang yang ditemui. Termasuk memeriksa sejumlah saksi-saksi.

"Mudah-mudahan dalam waktu cepat kita dapat menangkap pelakunya. Maka kita akan tahu apa sebenarnya motif pelaku melakukan ini, " katanya.

Diketahui, Aiptu Samsul Huda sendiri merupakan anggota lalu lintas yang bertugas di Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP). Polisi kelahiran Magelang 49 tahun itu ditemukan tewas oleh dua orang pengendara yang melintas di Jalan Arteri Yos Sudarso sekitar pukul 00.14 dini hari tadi. Korban sendiri meninggalkan satu isteri dan satu anak yang masih SMP.