Masalah DPT Ganda, Fadli Zon Khawatir Suara Siluman

Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Lilis Khalis

VIVA - Temuan data pemilih ganda untuk pemilihan umum 2019, dikhawatirkan oleh banyak pihak. Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai bahwa temuan itu menunjukkan bahwa masih banyak kelemahan dalam sistem pendataan dan pemilihan umum di Indonesia.

"Pasti kan, masalah DPT ini yang jelas ada dan jumlahnya itu variatif gitu. Ini masih menunjukkan sistem kita itu masih banyak atau masih mudah diintervensi," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat 14 September 2018.

Fadli menceritakan, ketika dia ke India, negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tidak ada masalah dalam DPT. Sementara itu, Indonesia masih sulit menangani masalah tersebut.

"Itu enggak ada masalah, itu tentang DPT kecurangan pemilu, mereka (India) bisa meng-handle dengan baik. Masa, kita ini sudah di abad 21, enggak mampu untuk itu, masalah ini kan sudah berkali-kali setiap pemilu pasti ada DPT," ujar Fadli.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini mengingatkan, masalah DPT bisa menjadi celah untuk berbagai kecurangan. Hal itu dapat memunculkan suara siluman.

"Menurut saya, harus kita hentikan, supaya demokrasi kita demokrasi yang merepresentasikan suara rakyat, bukan suara siluman," kata Fadli.

Sebelumnya, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah juga menemukan sebanyak 44.066 pemilih ganda yang tersebar di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Temuan tersebut, diklaim hampir merata dan tersebar di 35 kabupaten kota.

"Temuan pemilih ganda hampir merata di 35 kabupaten dan kota. Tetapi, untuk jumlah temuan pemilih ganda, terbanyak berada di Banyumas mencapai 6.777 jiwa," kata Koordinator Divisi Humas Bawaslu Jawa Tengah, Rofiuddin, Rabu 12 September 2018.