PSI: Penolakan Perda Syariah Tak Bisa Ditawar

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

VIVA - Partai Solidaritas Indonesia angkat bicara tentang imbauan Ketua MUI Sumatera Barat Buya Gusrizal yang mengharamkan masyarakat Sumatera Barat memilih partai atau siapapun yang dicalonkan sebagai caleg oleh partai PSI dalam pemilu 2019 mendatang.

Seruan Gusrizal itu untuk merespons pernyataan Ketua Umum PSI Grace Natalie yang menyatakan partainya tidak akan pernah mendukung pembahasan undang-undang atau peraturan daerah yang bernuansa agama atau syariah.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyatakan apa yang disampaikan Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam pidato saat memperingati hari jadi PSI beberapa waktu lalu itu adalah sebuah manifesto politik PSI yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Menurut Raja, pihaknya tidak akan ambil pusing dengan imbauan tokoh agama di Ranah Minang tersebut.

"Kami sangat menghormati beliau, dan kami sangat menghargainya. Tapi bagi kami, pernyataan Ketua Umum PSI itu adalah sebuah manifesto politik yang tidak bisa ditawar," kata Raja Juli Antoni kepada VIVA, Selasa 20 November 2018.

Ia menambahkan, pihaknya sama sekali tidak akan mengubah keputusan partainya yang menolak undang-undang ataupun peraturan daerah yang bernuansa agama tersebut. Menurutnya, keputusan itu adalah suatu hal yang paling penting bagi pergerakan partainya.

"Dan bagi kami ini bagian dari pendidikan politik di luar masalah elektoral. Dan kami percaya di luar sana masih ada anak-anak muda yang menginginkan toleran, anak muda yang tidak dikotak-kotakkan oleh latarbelakang premodial kita. Kami tetap optimis bahwa PSI akan tetap mendapatkan dukungan dari kelompok-kelompok muda yang rasional," ujarnya.