Belajar dari Gus Dur, Jokowi Ingatkan Politik Harus Pakai Tata Krama

Jokowi temui keluarga Gus Dur
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat

VIVA - Presiden Joko Widodo menilai kegiatan berpolitik utamanya politik kenegaraan yang saat ini sedang gencar menjelang Pemilu 2019, harus diimbangi tata krama pula.

Capres petahana di Pilpres 2019 ini mengingatkan bahwa presiden keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dahulu senantiasa mengedepankan aspek tata krama dalam berpolitik, dan bernegara juga.

"Kita ini harus, dalam berpolitik, berdemokrasi, tata krama itu harus dikedepankan," ujar Jokowi usai menghadiri Konsolidasi Caleg PKB dan Haul Gus Dur ke-9 di Balai Sarbini, Jakarta, Senin, 17 Desember 2018.

Menurut Jokowi, tata krama yang ditunjukkan para elite politik, selanjutnya akan ditiru juga rakyat dan para pendukung mereka di seluruh Indonesia. Mantan gubernur DKI ini kembali mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik tak seharusnya malah memecah belah rakyat.

"Jangan sampai budaya bangsa yang santun, yang bertata krama, hilang karena perbedaan pilihan, gara-gara keinginan untuk menang. Nabrak sana, nabrak sini, saya kira itu bukan Indonesia," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga mengaku banyak belajar dari Gus Dur yang menjadi presiden dari 1999 hingga 2001. Aspek-aspek lain yang bisa diteladani dari Gus Dur tersebar di bidang kemanusiaan, keagamaan, ketauhidan, hingga kesetaraan.

"Banyak sekali saya kira nilai-nilai yang bisa dipelajari dari beliau," ujar Jokowi.