Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Debat Panas BW dengan Tim Hukum Jokowi soal Dramatisasi Saksi

Selasa, 18 Juni 2019 | 19:27 WIB
Foto :
  • VIVA/M Ali Wafa
Sidang Gugatan Pilpres 2019 di MK

VIVA – Sidang kedua sengketa perselisihan hasil pemilihan umum Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai pada Selasa sore 18 Juni 2019. Di akhir sidang, Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjajanto terlibat adu argumen dengan anggota Tim Hukum Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Luhut Pangaribuan

Adu argumen tersebut berawal saat Bambang mengajukan surat dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ke Hakim MK untuk meminta perlindungan saksi yang akan dihadirkan. Bambang menuturkan pihaknya berharap ada perlindungan saksi tak hanya di dalam ruang persidangan melainkan juga saat saksi berada di luar persidangan.

Baca Juga

"Karena itu kami mengajukan surat, semua bergantung pada Mahkamah. Dalam salah satu pasal, Mahkamah bahkan bisa memanggil saksi yang diperlukan," kata pria yang akrab disapa BW di ruang sidang Mahkamah Konstitusi.

BW juga mengatakan setelah berkonsultasi dengan LPSK. Namun, ternyata LPSK memiliki keterbatasan. Perlindungan saksi yang diberikan LPSK hanya berkaitan dengan perkara pidana.

"Kalau tidak mampu diselesaikan ini bukan masalah Mahkamah. Konstruksi hukum kami menjelaskan ada problem dengan aparat penegak hukum kita, saya tidak ingin memperpanjang ini," kata BW.

Atas pernyataan BW tersebut, Anggota Majelis Hakim MK, Saldi Isra mengatakan bahwasanya berdasarkan aturan jumlah saksi yang dapat dihadirkan hanya 15 orang. Sedangkan untuk saksi ahli sebanyak 2 orang.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler