Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kamis, 12 Desember 2019 | 16:49 WIB

Soal Pilpres 2019, SBY: Alhamdulillah Mimpi Buruk Itu Tak Terjadi

Team VIVA »
Amal Nur Ngazis
Ahmad Farhan Faris
Foto :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

VIVA – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyampaikan pidato Refleksi Pergantian Tahun 2019 dengan tema 'Indonesia 2020. Peluang, Tantangan dan Harapan' di JCC Senayan pada Rabu 11 Desember 2019.

Menurut SBY, tahun 2019 telah memberikan pengalaman dan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Pada tahun ini, rakyat telah mengikuti pemilihan umum. Banyak hal baru yang didapatkan, baik positif maupun negatif. SBY menyinggung soal mimpi buruk Pemilu 2019 yang akhirnya tak terjadi.

Baca Juga

"Yang buruk, pertama kali dalam sejarah, Pemilu kita diwarnai oleh politik identitas yang melebihi takarannya. Pertama kali juga terjadi banyak korban jiwa, baik karena kekerasan maupun bukan," kata SBY seperti yang dikutip dari laman demokrat.or.id pada Kamis, 12 Desember 2019.

Tapi, SBY juga menyebutkan kabar baiknya yakni ketika bangsa berada di ambang perpecahan dan bahkan benturan fisik pasca pemungutan suara. Namun, semua sadar dan terpanggil untuk menahan diri serta tetap menjaga keutuhan bangsa.

"Alhamdulillah, mimpi buruk itu tidak terjadi. Kita memilih persatuan, bukan perpecahan," ujar Presiden ke-6 RI ini.

Oleh karenanya, SBY mengatakan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh tentang sistem, undang-undang dan penyelenggaraan pemilu terutama bagi pemerintah, parlemen dan penyelenggara Pemilu.

"Tujuannya, Pemilu di masa mendatang bisa berlangsung lebih baik. Yang sudah baik kita pertahankan, yang belum baik kita perbaiki. Itulah harapan Partai Demokrat. Saya yakin, itu pula harapan rakyat kita," jelas dia.

Menurut dia, pemilihan umum sebuah kontestasi politik untuk kekuasaan telah usai. Maka, Demokrat berpendapat saatnya menghentikan suasana permusuhan.

"Mari hormati pemerintah kita, dan tentunya rakyat kita. Saatnya kita menghentikan politik yang membelah dan memisahkan," katanya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Kasus Jiwasraya, Siswi SD Ditampar dan Tarif Listrik
BERITA - 7 bulan lalu
Terpopuler