Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Jumat, 6 Maret 2020 | 13:27 WIB

Zulkifli Hasan Pagi-pagi Temui Jokowi, PAN Kian Merapat Pemerintah

Team VIVA »
Ezra Sihite
Ahmad Farhan Faris
Foto :
  • VIVA.co.id/Anwar Sadat
Ketua Umum DPP PAN sekaligus Ketua MPR Zulkifli Hasan

VIVA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan diam-diam menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020.

Seperti dilansir VIVAnews, pertemuan antara Zulkifli dengan Jokowi pukul 09.30 WIB itu sebenarnya tidak terjadwal. Lalu sempat dibuat terbuka pertemuannya untuk diliput media. Namun kemudian pertemuan itu tertutup bagi media massa.

Setelah pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit, Zulkifli tidak mau memberikan keterangan apa pun terkait pertemuan dengan Presiden Jokowi. Bahkan dia angsung bergegas menuju mobilnya dan bergerak meninggalkan kompleks Istana.

Sempat beredar kabar, PAN akan merapat ke pemerintahan Jokowi untuk periode 2019-2024.  Diketahui  Zulkifli baru saja terpilih sebagai Ketua Umum PAN periode 2020-2025 dalam Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara pada Selasa, 11 Februari 2020.

PAN Tak Bisa Sendiri

Zulkifli Hasan sempat bicara mengenai tantangan PAN saat penutupan Kongres V di Kendari pada Rabu, 12 Februari 2020. Menurut dia, sudah saatnya PAN menentukan posisi untuk menentukan strategi. Kini, PAN bukan lagi ribut soal jadi oposisi atau dalam pemerintahan.

"Positioning itu penting untuk menghadapi tantangan yang berat, 2024 itu tidak mudah. Kita kemarin masih ribut soal oposisi, tidak oposisi. Itu yang saya tidak setuju. Orang sudah bergerak jauh, sudah mempersiapkan pertarungan 2024, koalisi sudah mulai kelihatan," kata Zulkufli.

Wakil Ketua MPR ini melihat PAN tidak bisa jalan sendiri sehingga perlu kerja sama dengan partai manapun dalam menghadapi pemilu. Makanya, ia akan perbanyak komunikasi dengan partai lain untuk membuka sejumlah kemungkinan yang ada.

"Dengan siapa kita mesti berteman, paling tidak kita tidak bermusuhan dengan banyak orang. Kita ini multi partai, PAN tidak mungkin sendiri, pilkada tidak bisa sendirian," ujarnya.

Zulkifli mengatakan PAN harus mulai memikirkan tentang masa depan. Apalagi PAN merupakan partai politik yang nasionalis religius. Maka, harus berpegang teguh pada hal itu dan bukan lagi menjadi partai yang terlalu condong ke satu sisi.

"Kita masih tidak move on, masih melihat persoalan pilpres yang sudah lewat. Bahkan, kita ikut-ikut oposisi. Kalau oposisi, itu sudah diambil tagline-nya oleh PKS," kata dia.

Untuk itu, Zulhas, sebutan untuk Zulkifli mengatakan harus ada sikap politik yang benar diambil oleh PAN. Jika PAN mengambil oposisi, kata dia, maka dianggap akan merugikan partai ke depannya. 

Gabung ke Pemerintah

Politikus PAN, Bima Arya mengungkapkan visi Zulkifli Hasan saat kembali mencalonkan sebagai ketua umum untuk periode keduanya yakni strategis partai masuk dalam koalisi pemerintahan.

"Ada keinginan PAN juga berperan di dalam pemerintahan. Jadi saat ini saya kira kita dalam fase mengkaji ulang itu semua, riset kembali ke titik nol untuk kemudian didiskusikan lagi secara internal dan nanti diputuskan di rakernas PAN yang pertama," kata Bima pada Minggu, 16 Februari 2020.

Menurut dia terpilihnya kembali Zulkifli menjadi Ketua Umum PAN menunjukkan bahwa ada banyak kader yang setuju dengan visinya.

Opsi masuk di koalisi pemerintahan Jokowi, kata Bima bukan tanpa alasan. Mengingat kader PAN di daerah juga banyak yang duduk di kursi pemerintahan, baik itu wali kota, bupati, hingga tingkat DPRD Provinsi.

"Ada yang tetap ingin oposisi, tetapi banyak juga yang secara realistis yang ingin akselerasi dengan pemerintah. Karena ada kader-kader di eksekutif," kata Wali Kota Bogor itu.

Baca Juga
Topik Terkait
Saksikan Juga
Kongres PAN di Kendari Ricuh
TVONE NEWS - 6 bulan lalu
Terpopuler