Koalisi Gerindra-PKB Jika Usung Duet Prabowo-Ganjar Berpotensi Menang

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat di KPU.
Sumber :
  • Twitter Partai Gerindra @Gerindra

VIVA Politik - Poros koalisi yang dibangun Gerindra-PKB hingga hari ini belum juga mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres. Namun, diprediksi capres koalisi Gerindra-PKB, kemungkinan besar adalah Prabowo Subianto.

Pengamat politik Arif Nurul Imam menganalisa dengan belum deklarasinya pasangan capres dan cawapres oleh koalisi Gerindra-PKB bakal ada kemungkinan lain. Menurut dia, salah satunya seperti mengusung dari luar koalisi seperti Ganjar Pranowo.

"Koalisi Gerindra dan PKB belum mengumumkan cawapresnya. Dan, karena itu ada peluang mengusung tokoh di luar dari kedua partai tersebut, misalnya Ganjar Pranowo," kata  Arif Nurul Imam, dalam keteranganya dikutip pada Sabtu malam, 7 Januari 2023. 

Prabowo dan Cak Imin tanda tangan sepakat koalisi Gerindra-PKB.

Photo :
  • Twitter Partai Gerindra @Gerindra

Arif menyinggung kesepatan antara Gerindra dengan PKB dalam berkoalisi. Kesepakatan itu seperti penentuan cawapres oleh dua pentolan paprol yakni Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Dia menambahkan, peluang tokoh dari luar koalisi seperti Ganjar Pranowo jadi cawapres untuk Prabowo terbuka lebar. Menurut dia, dalam simulasi survei, duet Prabowo-Ganjar cukup moncer dengan neraih angka elektabilutas di atas 50 persen

"Apalagi dari beberapa hasil simulasi survei Prabowo-Ganjar selalu mendapat angka elektabiltas di atas 50 persen alias menang satu putaran, " katanya. 

Ganjar Pranowo memberikan bantuan rehab rumah kader PDIP

Photo :
  • Istimewa

Pun, dia menambahkan duet Prabowo-Ganjar hampir menguasai semua lumbung suara. Ia mengatakan pasangan tersebut jika dipacukan akan mudah meraih kemenangan.

"Prabowo kuat di Jawa Barat dan Banten, Ganjar menguasai Jawa Tengah. Dan, PKB akan menjadi pengepul suara besar di Jatim, " ujarnya

Seperti diketahui, Gerindra dan PKB resmi mengumumkan koalisi sejak 13 Agustus 2022. Meski sudah empat bulan lebih berkoalisi, namun dua parpol itu belum ada sinyal sikap mendukung capres dan cawapres.