OSO: Kalau Dulu Berjuang dalam Pertempuran, Sekarang dalam Ekonomi

Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias Oso.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Politik - Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tak akan ada pernah habis. Perjuangan saat ini berbeda saat ikhtiar berjuang merebut kemerdekaan yang dilakukan para tokoh bangsa.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO usai menonton film Buya Hamka di kawasan Epicentrum, Jakarta. Ketua Umum Gebu Minang itu mengatakan perjuangan tak sesederhana seperti yang terlihat.

Dia mengatakan, seperti film Buya Hamka menggambarkan sulitnya perjuangan saat merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Maka itu, perjuangan para tokoh bangsa mesti dilanjutkan generasi penerus bangsa. 

"Beliau betul-betul memberikan gambaran pada bangsa ini, karena perjuangan itu tidak ada habisnya. Sampai saat ini, kita masih terus berjuang," kata OSO, dalam keterangannya, Minggu, 9 April 2023.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias Oso (tengah).

Photo :
  • Istimewa

OSO menekankan, perjuangan di era sekarang berbeda dengan zaman Buya Hamka. Ia bilang, saat ini, bangsa Indonesia berjuang dalam pertempuran ekonomi.

Selain itu, ada juga perjuangan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

"Kalau dulu berjuang dalam pertempuran, sekarang berjuang dalam ekonomi. Dengan air mata, kita melihat perjuangan Buya Hamka dalam cerita itu, mengingatkan kita untuk dekat dengan yang maha kuasa dan dekat kepada bangsa ini," jelas eks Ketua DPD RI tersebut.

Dia mewakili Gebu Minang Indonesia berharap agar semangat pertempuran dalam ekonomi untuk kebaikan bangsa bisa betul-betul dibangkitkan.

"Dan, menjadi kebangkitan bagi kita semua. Saya terharu, bukan hanya orang Minang saja yang menonton, banyak yang bukan orang Minang turut hadir," lanjut OSO.

Pun, dia melanjutkan agar generasi muda Indonesia saat ini bisa mencontoh semangat perjuangan Buya Hamka.

"Perjuangan tak sederhana, seperti yang terlihat sekarang ini. Nanti, kami teruskan (dukung perfilman Indonesia), tokoh seperti Bung Karno, Bung Hatta dan siapa saja yang sesuai dengan perjuangan masa lalu," ujar OSO.