Jokowi Panggil Sejumlah Menteri ke Istana Usai Pencoblosan, Bahlil: Bahas Investasi

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju ke Istana Kepresiden Jakarta pada Rabu, 14 Februari 2024. Jokowi memanggil anak buahnya itu usai pencoblosan dan penghitungan cepat sementara (quick count) hasil Pemilu Presiden 2024.

Adapun, pembantu Presiden Jokowi yang dipanggil ke Istana Kepresidenan Jakarta diantaranya Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono. Tampak, melintas mobil RI 34 yang diketahui milik Basuki lewat pintu Bali untuk masuk Istana Merdeka.

“Oh iya (beberapa menteri ke Istana), termasuk saya,” kata Bahlil di Jakarta pada Rabu, 14 Februari 2024.

Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka. (ilustrasi)

Photo :
  • VIVA/Farhan Faris

Bahlil mengaku dipanggil Presiden Jokowi untuk membicarakan tentang investasi pasca pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu), khususnya Pemilu Presiden 2024 sudah selesai pada Rabu, 14 Februari 2024.

“Ya membicarakan tentang investasi. Karena kan begitu selesai Pilpres, investasinya harus tidak boleh wait and see lagi,” ujarnya.

Menurut dia, target Presiden Jokowi tahun 2024 adalah nilai investasi mencapai sekitar Rp 1.600 triliun. Makanya, ia optimistis target tersebut bisa tercapai apabila pelaksanaan Pemilu Presiden 2024 ini berjalan hanya satu putaran saja.

“Karena target Pak Presiden kan tahun ini Rp1.600 triliun. Kalau pilpresnya 2 putaran, itu terjadi wait and see, target saya tidak tercapai nanti. Tapi dengan sekali putaran ini, berarti Insya Allah bisa tercapai,” jelas dia.

Hanya saja, Bahlil tidak mengungkap siapa saja menteri yang dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Kepresidenan Jakarta. Sebab, kata dia, ada beberapa menteri yang bersinggungan dengan investasi memang berbarengan bertemu Presiden Jokowi.

“Ada yang kaitannya dengan kerjaan saya, bisa bareng. Ada juga yang tidak bareng,” ungkapnya.

Sementara, Bahlil menanggapi apakah melaporkan juga hasil perhitungan cepat sementara (quick count) Pemilu Presiden 2024 kepada Presiden Jokowi bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul. Menurut dia, Presiden Jokowi sudah mengetahui pastinya karena disiarkan di sejumlah televisi.

“Oh pasti sudah tau ya Bapak Presiden, karena di televisi kan, pasti quick count sudah tahu. Yang jelas, Bapak Presiden mempunyai perasaan sama dengan rakyat bahwa urusan Pilpres ini biarlah rakyat yang berdaulat. Bapak Presiden sebagai negarawan pasti memberikan ruang untuk proses ini sampai selesai. Saya punya keyakinan bahwa Pak Presiden mungkin berpandangan ini adalah kemenangan rakyat,” tuturnya.