Merdeka Institute: Mayoritas Warga Jateng Tak Percaya Pemilu 2024 Curang

Proses Pemungutan suara pemilu 2024. (foto ilustrasi)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Sherly (Tangerang)

Jakarta - Lembaga Merdeka Institute merilis hasil survei terbaru terkait persepsi warga Jawa Tengah terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 serta preferensi mereka tentang pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng November 2024.

Hasilnya, mayoritas mutlak warga Jateng tidak percaya bahwa Pemilu 2024 telah berlangsung dengan penuh kecurangan. Sedangkan untuk Pilgub, warga Jateng berharap calon yang terpilih adalah sosok yang bisa bekerja sama dengan pemerintah pusat.

Peneliti senior Merdeka Institute Rendy Kurnia menjelaskan survei kali ini dilakukan pada 15 sampai 27 Maret 2024 di 35 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Populasi survei ini adalah seluruh warga Jateng yang berusia 17 tahun ke atas dan telah memiliki e-KTP. Total sampel sebesar 830 responden diperoleh melalui teknik pengambilan sampel multistage random sampling.

Pekerja melipat surat suara pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. (Foto ilustrasi).

Photo :
  • AP Photo/Tatan Syuflana

Batas kesalahan (margin of error) +/-3,4 persen  dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung (tatap muka) dengan responden berpedoman kuesioner.

"Mengenai pelaksanaan Pemilu 2024 hasil survei Merdeka Institute menunjukkan bahwa mayoritas mutlak warga Jateng atau 89,3 persen responden berpendapat bahwa Pemilu 2024 telah berlangsung baik alias tidak ada kecurangan berarti sebagaimana yang dituduhkan segelintir elit politik dari kubu yang kalah," kata Rendy dalam paparannya secara daring, Kamis, 4 April 2024.

Rendy mengatakan berdasarkan analisis tabulasi silang yang dilakukan Merdeka Institute, banyak responden yang menjadi pemilih paslon Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud yang menyatakan bahwa Pemilu 2024 telah berjalan baik dan tidak ada kecurangan yang signifikan.

Sebab, kata dia, hal itu merupakan upaya segelintir elit politik yang dikomandani Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo menggugat hasil Pemilu 2024 dan menuduh pelaksanaan Pemilu 2024 penuh dengan kecurangan tidak merepresentasikan aspirasi politik konstituennya.

Kotak suara logistik Pemilu/Ilustrasi.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Rendy mengatakan warga Jawa Tengah justru menilai Pemilu 2024 berjalan dengan sangat baik. Pasangan Ganjar-Mahfud memperoleh suara paling besar, meskipun tetap kalah.

"Sebanyak 82,6 persen responden yang diwawancarai dalam survei Merdeka Institute kali ini menilai gugatan paslon Ganjar-Mahfud hanya merupakan gimmick dan bargaining strategy untuk memperoleh kompensasi kekuasaan kendati kalah dalam Pilpres lalu," ucap dia.