Gerindra Garap Ormas Jadi Sayap Partai

Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu
Sumber :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
VIVAnews - Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi mengklaim banyak organisasi massa (ormas) yang ingin bergabung menjadi sayap partainya. Bahkan, ia mengaku, saking banyaknya, ormas-ormas itu rela antre. 

Meski begitu, menurut Suhardi, tak serta merta ormas yang mendaftar itu disetujui menjadi sayap Partai Gerindra. Melainkan, ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi oleh ormas tersebut.

"Syarat pertama, organisasi tersebut harus sudah memiliki keterwakilan di beberapa provinsi dengan jumlah 50 persen lebih. Tidak harus 100 persen, tapi sebagian besar," kata Suhardi di Denpasar, Bali, Rabu 20 Maret 2013.

Syarat kedua, lanjutnya, yakni memiliki struktur kepengurusan. Sebagai organisasi, maka struktur kepengurusan merupakan hal mutlak. "Pengurusnya harus lengkap, harus ada kantor juga," ujar Suhardi.

Ketiga adalah adanya aktivitas organisasi yang jelas dan berkesesuaian dengan visi, misi serta perjuangan Partai Gerindra selama ini. 

Suhardi mengatakan, jika ketiga syarat itu terpenuhi, maka Gerindra akan melakukan penilaian. "Jika dianggap layak, diterima." 

Sampai saat ini, Gerindra sudah memiliki 10 sayap partai. Suhardi meyakini sepuluh sayap partainya itu tak akan berbenturan satu sama lain. Sebabnya, mereka telah memiliki wilayah kerja masing-masing.

"Sayap partai banyak. Kawasan aktivitasnya juga jelas. Masing-masing sayap memiliki wilayah kerja. Semua menjangkau yang belum terjangkau. Seperti halnya Batara Nusantara (Barisan Restorasi Nelayan, Usahawan, Buruh, Seniman, Petani Indonesia Raya) yang bergerak menggarap pertanian, wirausahawan, buruh, nelayan dan seniman. Mereka akan mengembangkan keanggotaan dan profesinya," jelasnya.

Ketua Umum Batara Nusantara, Gede Sugianyar, menyebut organisasinya sudah berdiri di seluruh provinsi di Indonesia. "Wilayah petani yang belum bisa atau sempat bergabung, kami membuka ruang luas. Kami berjuang untuk bisa mengakses modal, mengadvokasi keperluannya dan lainnya. Begitu juga sektor lain seperti buruh, nelayan, usahawan dan seniman," kata Sugianyar.