Blusukan, Paslon Pilkada Malang Diganggu Preman

Persiapan Pilkada Serentak 2015
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi

VIVA.co.id - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang diancam preman ketika melakukan kampanye terbatas di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Rabu, 9 September 2015.

Pelaku sudah diamankan Polsek Dampit. Sementara kasusnya ditangani Polres Malang, Jawa Timur. "Karena dia membawa senjata tajam, ya, anggota kita langsung amankan. Saat ini sudah dilimpahkan ke Polres," kata Kapolsek Dampit, AKP Yatmo, Rabu, 9 September 2015.

Menurut Yatmo, tersangka bernama Hobairi (40) dikenal sebagai preman setempat. Dia membuat gaduh dengan berteriak-teriak di sekitar wilayah kampanye pasangan calon nomor urut 2,  Dewanti Rumpoko dan Masrifah Hadi. Saat membuat ricuh, kondisi Hobairi diduga dalam pengaruh alkohol.

Dia datang ke lokasi berlangsungnya pertemuan Dewanti Rumpoko dengan tujuan mencari temannya, Zaini. Hobairi mengklaim sebagai penguasa wilayah itu, sehingga siapapun tamu yang datang, wajib izin sama dia. "Namanya preman, ulahnya juga macam-macam," ucap Yatmo menambahkan.

Karena membawa senjata tajam, warga jalan pahlawan depan pabrik Bumi Menara Internusa Kecamatan Dampit itu akhirnya diamankan aparat keamanan Polsek Dampit. Tersangka dijerat undang-undang darurat dengan ancaman pidana penjara selama 8 tahun.

Sementara, Ketua Tim Pemenangan Dewanti Rumpoko- Masrifah Hadi, Bambang Siswanto mengatakan, peristiwa itu hanyalah kesalahpahaman dan tidak ada kaitannya dengan blusukan Dewanti Rumpoko. "Kalau dia berani mencoba mengganggu ibu Dewanti, pasti berhadapan dengan kami," katanya.

Bambang Siswanto mengaku, kehadiran isteri Wali Kota Batu ke pabrik udang di Dampit itu ingin bertatap muka dengan para karyawan pabrik. Kegiatan itu menjadi bagian dari kebiasaan pasangan yang suka blusukan dan menemui warga.

Sebelum ke Desa Sumber Suko, Kecamatan Dampit, Dewanti dikabarkan, terlebih dulu mengunjungi pasar Garotan desa Beringin, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Di pasar ini, selain membeli sembako dan diserahkan kepada warga kurang mampu, Dewanti ingin melihat secara dekat nasib para pedagang.

(mus)