ARB Minta Novanto Gentle Hadapi Kasus 'Papa Minta Saham'

Sikap Golkar terkait Putusan PT dan MA
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie, meminta Ketua DPR Setya Novanto, gentle menghadapi masalah yang kini dialaminya.

Setya dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan, lantaran diduga mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta jatah saham 11 persen.

Bahkan, dengan bukti rekaman percakapan antara Novanto, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha migas M Riza Chalid, Kejaksaan Agung juga menyoroti adanya dugaan permufakatan jahat yang mengarah ke tindak pidana korupsi.

"Ya hadapi saja, hadapi saja masalah ini, mudah-mudahan bisa diselesaikan," ujar ARB, di sela-sela acara Kongres XX Persatuan Insinyur Indonesia (PII), di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin Jakarta, Sabtu 12 Desember 2015. Kongres ini dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

ARB menilai langkah Novanto yang juga Wakil Ketua Umum DPP Golkar, melaporkan Menteri ESDM, Sudirman Said, ke Bareskrim Polri, merupakan hak pribadinya. Apalagi, kalau menganggap dia dicemarkan nama baiknya.

"Itu hak dong. Itu hak dari pada seseorang yang merasa nama baiknya tercemarkan. Saya kira wajar saja orang melakukan satu tuntutan," jelas ARB.

Walau begitu, ARB yakin persoalan ini tidak akan mempengaruhi hubungan antara eksekutif dan legislatif. ARB yakin, kerjasama kedua lembaga negara yang memang saling membutuhkan itu, tetap berjalan normal.

"Ya enggak ada, tenang-tenang saja. Semua so beres-beres saja," katanya. (one)