Bamsoet: ARB Tak Halangi Akom Mau Jadi Ketum Golkar

Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Politikus Golkar, Bambang Soesatyo, menepis tudingan bahwa pencalonan Ade Komarudin, yang kini menjabat sebagai Ketua DPR, ditolak oleh Ketua Umum Golkar saat ini, Aburizal Bakrie. Menurut Bambang, ARB justru menegaskan posisi Akom sebagai ketua DPR tak menghalanginya untuk maju sebagai calon ketua umum.

Bambang mengungkapkan bahwa ARB menyampaikan hal itu melalui grup pesan singkat para pengurus Golkar. Menurut Bamsoet, pada Minggu pagi pukul 08.04, 7 Februari 2016, ARB mengunggah sebuah pesan di grup WhatsApp DPP Golkar yang isinya tak menghalangi Akom untuk maju. Sebab, setiap kader Golkar yang memenuhi syarat boleh maju di munas mendatang.

“Akom boleh maju dong! Tadi malam saya bicara dengan Akom per telepon. Biar semua kader Partai Golkar yang berminat dapat bersaing dengan baik dan sehat,” tulis ARB sebagaimana pesan WhatsApp yang diteruskan Bambang ke kalangan wartawan.

Bambang mengungkapkan, ada oknum di DPP Golkar yang hendak menghadang Akom. Alasannya karena Akom  sudah menjadi ketua DPR maka dilarang maju sebagai calon ketua umum di partai berlambang beringin itu.

“Ada oknum mengatasnamakan paguyuban DPD I Partai Golkar se-Indonesia yang melarang Akom maju karena sudah jadi ketua DPR. Itu konyol dan sangat disesalkan,” ujar Bamsoet.

Bamsoet memang tidak secara tegas menyebut nama. Namun, pernyataannya itu jelas mengarah ke Ridwan Bae selaku ketua Paguyuban DPD I Golkar. Sebelumnya Ridwan menyatakan bahwa Akom sudah berjanji tak akan maju sebagai calon ketua umum Golkar. Jika mau maju, kata Ridwan, maka Akom harus meninggalkan posisinya sebagai ketua DPR.

Namun, Bamsoet menegaskan bahwa tidak ada aturan dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Golkar yang melarang Akom maju sebagai calon ketua umum. Karenanya Bamsoet menyebut ada upaya fait accompli dengan mengatasnamakan DPD I Golkar untuk mengganjal Akom.

“Tapi ternyata banyak DPD I dan II yang marah dengan pernyataan manipulaitif itu. Mereka berharap praktik-praktik culas seperti itu harus diakhiri,” tutur ketua Komisi III DPR itu.

Bamsoet  menegaskan, penggunaan cara-cara yang tak fair untuk menghadang pesaing di bursa ketua umum Golkar itu harus dilawan. Sebab, penggunaan cara-cara yang tak demokratis akan membuat Golkar terus terbenam dalam konflik internal.

“Bertarunglah habis-habisan  di munas yang demokratis. Jangan cengeng dan memakai cara-cara kotor menjegal sesama kader. Kita butuh pemimpin yg demokratis dan kuat, bukan pemimpin ayam sayur yg cengeng dan sontoloyo,” kata dia. (ren)