Luhut Pandjaitan: Banyak yang Anggap Enteng Jokowi

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Pandjaitan tak menampik jika isu perombakan kabinet (reshuffle) Joko Widodo kerap muncul karena publik yang semakin kritis. Namun dia juga menilai selama ini banyak yang masih menyangsikan performa Jokowi sebagai presiden.

"Mungkin orang-orang menganggap bahwa ini dari Solo kok tiba-tiba jadi presiden, ada juga orang-orang elite yang menganggap enteng," kata  Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan di kantornya di Kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta dalam wawancara dengan VIVA.co.id, Jumat malam 5 Februari 2016.

Padahal kata dia, jika dicermati, selama setahun lebih pemerintahannya, prestasi Jokowi patut dicatat. Jokowi kata dia selama bisa membalikkan krisis hanya dalam dua kuartal. Tak hanya itu, pembangunan di Indonesia juga dilakukan secara merata. 

"Kalau kamu lihat sekarang ada tidak dalam sejarah kita pembangunan insfrastruktur sekaligus seluruh Indonesia, di mana yang tidak ada. Di Sumatera, 2.700 KM jalan tol jalan terus; di Jawa, toll road dari Banjarnegara sampai dengan Banyuwangi; di Bali, bendungannya, jalan juga diperbaiki; di NTT sama juga, jalan sepanjang perbatasan diperbaiki, terus pintu masuk border juga diperbaiki jadi semakin bagus," kata Luhut lagi.

Luhut mengatakan saat ini memang terdapat kasus pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun hal tersebut mahfum terjadi di berbagai belahan dunia. Yang penting dicatat adalah pembangunan sektor infrastruktur akan membuka lapangan kerja yang luas.

Menko Polhukam bahkan optimistis Presiden Joko Widodo bisa menjadikan pertumbuhan ekonomi lebih baik sehingga taraf hidup masyarakat bakal terdongkrak. Kondisi ekonomi yang baik kata dia, akan pula mempengaruhi situasi keamanan. Dicontohkannya, pelaku terorisme Bom Sarinah diketahui berasal dari kalangan ekonomi lemah, namun dengan kondisi ekonomi yang baik nantinya, maka taraf hidup masyarakat meningkat sekaligus mencegah masyarakat ikut 'godaan' terjaring terorisme.

Hal tersebut disampaikan Luhut menanggapi isu reshuffle yang sudah beberapa kali berembus selama satu tahun lebih pemerintahan Joko Widodo. Nama Luhut sendiri termasuk nama yang disebut-sebut oleh sejumlah kalangan layak diganti. Presiden Jokowi telah melakukan perombakan kabinet satu kali sebelum dia memerintah genap satu tahun.

"Kan banyak kan orang pesimistis dengan presiden, ternyata kan kalau Anda lihat 2012 ekonomi kita sebenarnya sudah slow down, jadi waktu timbang terima pun sudah menurun. Hanya dua kuartal  Presiden Jokowi sudah bisa membuat bottoming-up. Itu kan sudah menjadi sebuah prestasi," tambahnya.