Kinerja Menteri Yuddy Disorot Soal Nasib Guru Honorer

Ribuan guru honorer menggelar unjuk rasa di Istana Negara
Sumber :
  • Foe Peace Simbolon/VIVA.co.id

VIVA.co.id - Aksi unjuk rasa ribuan guru honorer, yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I), mendapat dukungan dari anggota DPR. Mereka berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis 12 Februari 2016 kemarin.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR, Wahidin Halim, kisruh pengangkatan tenaga honorer ini dipicu dari ketidakkonsistenan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Yuddy Chrisnandi.

Menpan dinilainya pernah berjanji mau mengangkat tenaga honorer ini dengan meminta persetujuan Komisi II. Menurut Wahidin, Komisi II sudah memberikan persetujuan terhadap pengangkatan tenaga honorer ini.

"Kemudian sekarang Menteri PAN Yuddy Chrisnandi membatalkan keputusan pengangkatan tenaga honorer K2 yang sekarang berjumlah kurang lebih 400 ribuan orang se-Indonesia dengan alasan pengangkatan tenaga Honorer K2 ini tidak memiliki landasan hukum," kata Wahidin dalam pesan tertulis yang diterima, Jumat 12 Februari 2016.

Wahidin menilai kinerja Menteri Yuddy ini perlu ditinjau ulang oleh Presiden Joko Widodo. Apalagi katanya, kondisi nasib tenaga honorer K2 yang rata-rata sudah puluhan tahun mengabdi ini tidak diperhatikan nasib dan kesejahteraannya.

"Contohnya masih banyak tenaga honorer K2 yang rata-rata guru atau tenaga pendidik yang hanya menerima gaji perbulan Rp150.000 dan jelas ini sangat tidak cukup di tengah tuntutan hidup yang semakin sulit," ujarnya.

Sekitar 20 ribu pegawai honorer telah selesai berunjuk rasa di depan Istana Negara, Rabu dan Kamis kemarin. Guru honorer turun ke jalan menuntut janji MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi yang tidak direalisasikan sampai sekarang sehingga mereka kembali mengajukan tuntutan ke jalan.

Sebab sebelumnya pemerintah telah berjanji akan mengangkat tenaga honorer yang jumlahnya 439.956 orang tersebut menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 15 September 2015. (ren)