Amien Rais: Freeport Bentuk Penjajahan Bagi Indonesia

Amien Rais
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Regina Safri

VIVA.co.id – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais meminta, seluruh kader partai itu dan masyarakat Indonesia sadar jika bangsa Indonesia dalam kondisi kritis. Sebab, bangsa ini sudah tak bisa berdaulat secara ekonomi.

"Pertambangan, perbankkan, perkebunan, kehutanan, pertanian dan semua sektor ekonomi nasional sudah tidak di tangan bangsa lagi. Ini berdasarkan tag dan figur, jadi saya bukan mengada-ada," kata Amien di kantor DPW PAN, Surabaya, Selasa, 1 Maret 2016.

Mantan Ketua MPR itu menyebut, kesalahan yang dilakukan pemerintah sejak era Presiden Soeharto hingga Joko Widodo adalah melupakan atau mengabaikan Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945. Akibatnya, banyak praktek monopoli oleh orang-orang kaya, dan yang miskin tambah miskin.

"Kalau UUD 1945 dilaksanakan dengan baik, maka tidak akan ada ekonomi pasar, ekonomi neolib. Kemudian yang miskin makin jatuh dalam kesengsaraan dan yang kaya makin memborong atau memonopoli ekonomi. Yang salah adalah pelakunya bukan UUD," katanya menambahkan.

Amien berharap, Jokowi mampu mengembalikan kekayaan alam Papua kepangkuan bangsa Indonesia. Kalau kontrak Freeport tak diperpanjang lagi, lanjutnya, tidak ada undang-undang internasional yang dilanggar.

"Kita itu bangsa yang aneh. Masak pemilik hanya mendapat 2 persen sementara penyewa dapat 98 persen. Jangan jadi bangsa kacung tapi jadilah bangsa yang mandiri," ujar Amien.

Apabila Jokowi berani memutus kontrak Freeport, Amien akan angkat topi. Ia juga mengakui Jokowi benar-benar bisa mewakili ruh Soekarno.

Berdasarkan literatur internasional, kata Amin, Freeprot terkenal di seluruh dunia sebagai perusahaan pertambangan yang paling merusak lingkungan di dunia. Bahkan Finlandia dan Swedia menarik sahamnya di Freeport karena tak tega Papua dihancurkan ekologinya.

"Bangsa asing saja tidak tega, kok justru bangsa sendiri justru malah tenang-tenang saja," tuturnya.

Menurutnya, mengembalikan Freeport ke pangkuan nasional adalah tanggung jawab bersama seluruh bangsa Indonesia. Karena itu, Indonesia perlu mewarisi sifat Gajah Mada, Pangeran Diponegoro, Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir agar bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan korporasi-korporasi asing.

"Saya yakin jika Freeport mampu diselesaikan maka persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia tinggal yang kecil-kecil. Sebab masalah terbesar bangsa ini sejatinya adalah bermuara di Freeport, karena itu bagian dari bentuk penjajahan ekonomi bagi bangsa Indonesia."

(mus)