Masinton: Pembentukan Intelijen Kemenhan Absurd

Anggota Komisi III dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu (kedua dari kanan).
Sumber :
  • VIVA.co.id/Lilis Khalisotussurur

VIVA.co.id – Menteri Pertahanan, Ryamizad Ryacudu, memastikan akan membentuk badan intelijen pertahanan. Keputusan Menhan ini mendapat kritik dari anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu.

"Menurut saya tidak perlu lagi Kemenhan membentuk organisasi intelijen sendiri. Ide itu absurd," kata Masinton saat dihubungi, Rabu15 Juni 2016.

Politisi PDIP ini menambahkan pembentukan badan intelijen baru justru akan menjadi sebuah pemborosan anggaran. Di mana pemerintah sedang melakukan efisiensi dengan memotong anggaran kementerian dan lembaga yang disampaikan dalam APBNP 2016.

Selain itu, Masinton khawatir lembaga intelijen baru yang digagas Menhan justru akan tumpang tindih kinerjanya dengan lembaga intelijen yang ada.

"Kemenhan cukup dengan mengefektifkan fungsi dan tugas badan intelijen yang sudah ada di berbagai institusi negara, seperti Bais TNI, BIN, Baintelkam Polri, Intelijen Kejaksaan, dan lain-lain," ujarnya.

Dengan mengefektifkan intelijen yang sudah ada maka dari sisi anggaran bisa efisien dan secara fungsi intelijen Indonesia bisa semakin efektif.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memastikan akan membentuk badan intelijen pertahanan. Kebutuhan intelijen pertahanan dia nilai sangat mendesak. Sebab, semua negara lain memiliki intelijen pertahanan sendiri.

Menurut Ryamizard, peran intelijen pertahanan nantinya lebih pada hal strategis. Sementara intelijen TNI lebih pada operasional. Sehingga, Kemenhan untuk bisa memerintahkan operasional pertahanan pada TNI tentunya harus memiliki info dari intelijennya.