Kandidat Pilkada DKI Diingatkan Agar Tak Lagi Singgung SARA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Sumber :
  • repro

VIVA.co.id – Atas kekisruhan soal penggunaan ayat suci Alquran dalam dialognya dengan masyarakat di Kepulauan Seribu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thahaja Purnama atau Ahok, hari ini menyampaikan permohonan maaf. Sikap Ahok itu ditanggapi beragam, ada yang memaafkan dan ada pula yang bersikeras perkataan Ahok itu tetap harus diproses secara hukum karena sudah tergolong penistaan agama.

Politikus Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, berharap kasus ini selesai. Irma berharap ke depan setiap pihak tidak menggunakan isu-isu suku, agama ras dan antar golongan (SARA) lagi.

"Saya berharap kasus ini segera berakhir. Semua kandidat diharapkan kampanye program dan jangan gunakan black campaign ke depan. Cara-cara yang digunakan pada Pilpres 2014 jangan lakukan lagi," kata Irma kepada VIVA.co.id, Senin 10 Oktober 2016.

Anggota Komisi IX DPR ini mengaku heran dengan orang-orang yang memainkan isu SARA dalam kontesasi Pilkada ini. Menurutnya menyinggung soal SARA ini hanya akan merusak semboyan Bhineka Tunggal Ika.

"Jangan lah kita robek Bhineka Tunggal Ika ini hanya demi kepentingan sekelompok orang dan partai saja," ujar Irma.

Sebelumnya, Ahok meminta maaf terkait pernyataannya yang berisi tafsiran tentang ayat 51 surat Al Maidah. Ahok menegaskan, tak ada maksud dirinya melecehkan agama Islam dengan mengeluarkan pernyataan. Namun, pernyataan yang rekaman videonya banyak beredar di media sosial menimbulkan kegaduhan.

(ren)