Ruhut Kirim Surat Mundur dari DPR usai Reses

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi dan Ma'aruf Amin, Ruhut Sitompul.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Lilis Khalisotussurur

VIVA.co.id - Ruhut Sitompul, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, sudah mantap akan mengundurkan diri sebagai legislator. Dia akan berkirim surat pengunduran diri itu setelah masa reses atau awal sidang DPR.

Ruhut mengaku mencoba mengikuti prosedur pengunduran diri seorang anggota Parlemen, di antaranya, menyampaikan surat kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, lalu direspons Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian dikaji Sekretariat Jenderal DPR, dan akhirnya diputuskan Presiden.

"Tetap (sesuai) Keputusan Presiden karena aku pemegang Kepres. Kalau aku sudah meminta mundur, aku fokus tinggalkan DPR yang tiga tahun lagi, aku ingin tunjukkan aku tidak kemaruk (serakah) jabatan," kata Ruhut saat dihubungi VIVA.co.id pada Sabtu, 29 Oktober 2016.

Jabatan, kata Ruhut, bukan segalanya. Dia akan berkonsentrasi sebagai tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 setelah resmi berhenti sebagai anggota DPR.

DPR menutup masa sidang pada 28 Oktober 2016. Selanjutnya tiap anggota DPR akan melaksanakan reses untuk mendengarkan aspirasi di masing-masing daerah pemilihan. Pembukaan masa sidang dijadwalkan pada 16 November 2016.

Ruhut sudah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri. Setelah mundur sebagai Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Demokrat, Ruhut berencana melepas posisi anggota DPR.

Partai Demokrat bersama PKB, PAN, dan PPP mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta pada pilkada tahun 2017. Tapi dua kader Demokrat, Ruhut Sitompul dan Hayono Isman, malah mendukung calon lain, yakni Ahok.

(ren)