Setnov Ditahan, Internal Golkar Minta Perubahan Pimpinan

Ketua Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ketika ditemya di Tangerang, Banten, pada Selasa, 21 November 2017.
Sumber :
  • VIVA/Sherly

VIVA – Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar akan mengumpulkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu malam 25 November 2017. Hal ini terkait langkah ke depan pasca ditahannya Ketua Umum Setya Novanto dalam kasus e-KTP.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan sebagai salah satu Ketua DPD I, ia sangat berterima kasih atas undangan dilaksanakan musyawarah antara DPP Partai Golkar dengan DPD I Partai Golkar. Ia meyakini, komunikasi dan musyawarah ini untuk mencari jalan terbaik terkait persoalan Golkar saat ini dan solusi perubahan partai menjadi ke arah lebih baik lagi.

"Terima kasih kalau undangan itu disampaikan pada kita, untuk sama-sama bermusyawarah, untuk mencari solusi tentang ke depan. Saya menyambut gembira upaya musyawarah," katanya.

Dedi yang juga Bupati Purwakarta ini mengatakan, di antara sesama sejumlah Ketua DPD I Partai Golkar, sudah melakukan komunikasi dan pertemuan. Pada intinya semuanya mengusulkan adanya perubahan di internal Golkar untuk menjadi lebih baik.

"Ya perubahan, perubahan kepemimpinan, perubahan kultur, struktur di partai, misalnya struktur gemuk nanti dirampingkan. Kita enggak mau ngomongin rekomendasi. Fokus kita pembenahan partai. Itu terlalu subjektif," ujarnya.

Dedi menegaskan, kendati tengah dilanda sejumlah persoalan di internal Golkar, saat ini partai berlambang pohon beringin ini masih tetap solid.

"Jadi secara struktural hari ini solid, solid untuk sama-sama berubah. Cuma kan caranya berubah kan beda pandangan, ini kan kita tinggal menyatukan persepsi untuk perubahan itu. Kan biasa ada sudut A atau B. Nanti solusinya mana. Yang penting beban yang dialami Golkar segera dilepaskan," ujarnya.