Laporan 4 Tahun Jokowi-JK: Pertumbuhan Ekonomi Stabil 5 Persen

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla.
Sumber :
  • Setkab.go.id

VIVA – Masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla genap empat tahun, Sabtu, 20 Oktober 2018. Selama itu, telah banyak pencapaian yang diraih Jokowi-JK. 

Dikutip dari "Laporan 4 Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla" yang dilansir laman presidenri.go.id, Sabtu, 20 Oktober 2018, disebutkan pada tahun keempat ini, Indonesia menghadapi tantangan eksternal yang besar, yakni kondisi instabilitas perekonomian global.

Pemerintah mengoptimalkan segala sumber daya dan peluang, untuk memperkuat daya saing ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan. "Kita terus memperbaiki ketimpangan, baik ketimpangan pendapatan maupun antar-wilayah, menjaga stabilitas politik dan keadilan hukum
serta meningkatkan prestasi di berbagai bidang," tulis laporan tersebut.

Penciptaan fondasi pada tahun pertama, percepatan pada tahun kedua dan pemerataan pada tahun ketiga diyakini telah membangkitkan kepercayaan diri Indonesia sebagai bangsa besar yang akan terus bergerak maju dan menjadi bangsa pemenang.

Pencapaian yang telah diraih, di antaranya di bidang ekonomi. Soal pertumbuhan ekonomi, misalnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi stabil pada kisaran 5 persen dan terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari data BPS, angka pengangguran terus menurun mencapai 5,13 persen. Hal itu dibarengi dengan peningkatan kesempatan kerja. Sementara tingkat inflasi pada kisaran 3 persen.

Untuk pertama kalinya, angka kemiskinan berada pada level satu digit yaitu 9,82 persen. Hal itu diikuti dengan penurunan ketimpangan pendapatan yang konsisten. Rasio gini tercatat pada level 0,389.

Kemudian, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN dijaga di bawah 3 persen dari PDB. Sementara utang pemerintah dikelola untuk mendukung pembangunan program-program prioritas dan sektor produktif. 

Bersama otoritas moneter, pemerintah mengambil langkah-langkah strategis, terutama dalam menjaga nilai tukar rupiah dan mengatasi defisit neraca transaksi berjalan.