Perluasan Pasar Furnitur Lokal Bisa Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Presiden Joko Widodo kunjungi pameran mebel.
Sumber :
  • Fikri Halim/VIVA.co.id

VIVA – Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang sedang digelar mulai 11 sampai 14 Maret mendatang, dinilai dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk kayu olahan industri dalam negeri.

Presiden Joko Widodo dan para menterinya seperti Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto saat mengunjungi pameran tersebut pun menegaskan, pemerintah sangat mendorong perkembangan sektor manufaktur. Apalagi sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak dan berorientasi ekspor.

Komitmen pemerintah tersebut diapresiasi pelaku usaha, Direktur Operasional PT Sekawan Sumber Sejahtera Budi Handoko menilai, pameran ini juga membuktikan industri kayu olahan menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak dan bisa menjadi salah satu pendorong ekspor. 
 
Menurutnya, industri kayu dan kehutanan banyak berhubungan langsung dengan petani dan mempunyai ratusan buruh. Sehingga dampak dari kebijakan tersebut bisa terasa langsung di masyarakat. 

"Kami menyambut positif langkah-langkah makro yang diambil pemerintah untuk penguatan struktur ekonomi nasional sehingga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” kata ujar Budi dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 14 Maret 2019.

Dia menjabarkan, dalam relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang baru diterbitkan pada 2018 lalu, sektor industri kehutanan merupakan salah satu sektor yang dibuka untuk UMKM-K, PMDN dan PMA, untuk meningkatkan efisiensi dan ekspor. Sebagai industri padat karya, percepatan ketersediaan lapangan kerja diharapkan akan tercipta dengan masuknya investor dalam dan luar negeri.

Dengan adanya kelonggaran dari sumber investasi luar negeri tersebut, Sumber Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) menjabarkan bahwa produksi kayu lapis Indonesia bisa naik dari 3,5 juta meter kubik menjadi 9,5 juta meter kubik. Di sektor ekspor, dari 3 juta meter kubik naik menjadi 7,5 juta meter kubik.

“Hal ini juga akan mendorong potensi penyerapan tenaga kerja langsung, dari 50 ribu orang, naik menjadi 175 ribu orang orang,” kata Budi Handoko. 

Terkait peningkatan kualitas SDM dia mengatakan, perusahaannya memberi pembinaan tenaga kerja dalam bentuk pelatihan dan pengenalan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan mesin produksi untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan kerja. 

“Dari segi penyerapan tenaga kerja, sebagian besar pekerja berasal dari Temanggung sendiri, walaupun ada sejumlah tenaga kerja yang berasal dari luar Temanggung. Dengan komposisi pekerja pria sebesar 90 persen dan 10 persen pekerja wanita,”ungkapnya. 

Dan dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus menjalin silaturahmi dengan segenap tenaga kerja, staf manajerial dan administrasi bersama manajemen perusahaan PT Sekawan Sumber Sejahtera, acara yang bertajuk employee gathering pada akhir  2018 lalu.  Acara itu ini diisi dengan kegiatan meningkatkan motivasi, introspeksi dan pembekalan agar bisa mengarungi 2019 dengan kesadaran dan tanggung jawab masing-masing.

PT SSS diketahui merupakan salah satu industri kayu lapis Indonesia di Kabupaten Temanggung telah mengembangkan produk kayu lapis yang ramah lingkungan. Serta, memiliki mutu kualitas terbaik yang memenuhi standar ekspor. Selain itu, PT SSS juga memasok kebutuhan kayu lapis dalam negeri.

Sebagai salah satu perusahaan yang mempunyai jumlah tenaga kerja yang besar, PT SSS lanjutnya berharap, industri ini bisa mendapatkan keringanan pajak (tax allowance) dalam rangka mendorong pengembangan SDM berbasis ketrampilan atau keahlian tertentu. Khususnya siap terjun dalam lapangan pekerjaan di pengolahan dan teknologi perkayuan. (row)