Boeing Umumkan Rangkaian Perbaikan Pesawat 737 Max
- bbc
Perusahaan Boeing mengumumkan serangkaian perubahan pada sistem kendali pesawat 737 Max yang disebut terkait dua insiden jatuhnya pesawat maskapai Ethiopian Airlines dan Lion Air.
Sebagai bagian dari pemutakhiran, Boeing akan memasang sistem peringatan sebagai standar baru pada pesawat 737 Max, yang sebelumnya merupakan fitur opsional keselamatan.
Baik pesawat 737 Max milik Lion Air maupun Ethiopian Airlines tidak memasang sistem peringatan tersebut—yang dirancang untuk memperingatkan pilot tatkala sensor menghasilkan pengukuran yang bertentangan.
Boeing mengatakan maskapai-maskapai yang memiliki pesawat 737 Max tidak perlu membayar uang tambahan untuk memasang sistem peringatan itu.
Pemutakhiran
Pabrikan pesawat tersebut juga merilis pemutakhiran perangkat lunak yang disebut-sebut terkait dengan jatuhnya dua pesawat dalam rentang lima bulan.
Perangkat lunak itu dikenal dengan sebutan maneuvering characteristics augmentation system (MCAS), yang berfungsi mencegah pilot menaikkan hidung pesawat terlalu tinggi dengan cara menukikkan pesawat secara otomatis.
Dalam kasus Lion Air JT610, MACS tidak bekerja dengan baik sehingga setiap kali pilot menaikkan hidung pesawat, MCAS aktif kembali dan menurunkan hidung pesawat.
Insiden ini terjadi lebih dari 20 kali sebelum akhirnya Lion Air JT610 menghujam laut dan menewaskan ke-189 orang di dalam pesawat.
Badan Penerbangan Federal AS (FAA) mengatakan ada kemiripan antara peristiwa Lion Air dan Ethiopian Airlines.
Boeing mengatakan perangkat lunak telah dimutakhirkan sehingga MCAS tak lagi berfungsi jika terdapat data sensor yang bertentangan.
Dalam jumpa pers, Boeing menegaskan pemutakhiran ini bukanlah pengakuan bahwa sistem tersebut yang menyebabkan jatuhnya pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines.
Puing-puing pesawat Ethiopian Airlines. - Getty Images
`Rubah menjaga kandang ayam`
FAA sendiri mendapat sorotan dari Senat AS.
Pada sesi dengar pendapat untuk membahas keselamatan penerbangan, Rabu (27/3), para senator mempertanyakan Plt Kepala FAA, Daniel Elwell, mengenai praktik FAA yang melibatkan karyawan pabrikan pesawat dalam proses inspeksi, pengujian, sertifikasi pesawat buatan perusahaan tempatnya bekerja.
Praktik itu disebut salah seorang senator, Richard Blumenthal, ibarat "rubah menjaga kandang ayam".
Elwell membantah ada praktik "sertifikasi sepihak" seraya menegaskan FAA "mempertahankan pengawasan ketat" dalam proses tersebut.