Cuma Modal Komputer, 8 Orang Ini Bisa Tajir Melintir
- wartaekonomi
Pendapatan yang diperoleh Yahoo lagi-lagi berdasarkan iklan yang menjadikannya sarana pendapatan besar.
Sayangnya, pendapatan situs web ini telah menurun selama beberapa tahun. Kini, pendiri Yahoo memiliki kekayaan sebesar US$4.98 miliar atau Rp71 triliun.
5. Ma Huateng dan Zhang Zhidong
Website yang didirikan dua pria China ini bernama QQ. QQ berbasis di Tiongkok dan telah berdiri sejak 1999.
Sayangnya, situs website ini tidak begitu dikenal di negeri Paman Sam. QQ merupakan layanan belanja, microblogging, dan game online untuk penggunanya. Keuntungan yang diraih berupa menjual ruang iklan, game online, dan pembayaran seluler.
Segmentasi pasar yang dipusatkan oleh QQ adalah generasi muda atau milenial. Pendapatan QQ sebesar US$4.6 miliar atau Rp65 triliun.
6. Robin Li dan Eric Xu
Selanjutnya adalah website yang sejenis dengan Google, namun dalam versi sederhana, yakni Baidu. Nama Baidu lebih dikenal sebagai mesin pencari dalam bahasa China dan cukup dikenal sebagai julukan "Google of China".
Robin Li dan Eric Xu mendirikan Baidu dengan penuh perjuangan, hingga kini penghasilannya menjanjikan. Penghasilan Baidu saat ini bisa mencapai US$2.36 miliar atau Rp33.5 triliun.
7. Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim
Pamor televisi semakin tergerus oleh YouTube. Pembuat situs web yang menyediakan video lucu, video menarik, dan video lainnya tersebut, yakni Chen, Hurley, dan Karim semakin banyak peminatnya.
YouTube menghasilkan pendapataj sebesar US$1.7 miliar atau Rp24 triliun. Penghasilan yang diterima YouTube berdasarkan iklan dan biasanya iklan relevan dengan konten video yang ditonton.
8. Reid Hoffman
Reid bukan pendatang baru untuk hal jejaring sosial. Reid merupakan pendiri LinkedIn dan pada tahun 1997 Reid menciptakan SocialNet.com salah satu jejaring sosial yang sejenis dengan Facebook atau Myspace.
LinkendIn mendapatkan upah berdasarkan pelanggan utamanya dan menjual ruang iklan, merekrut layanan dan menawarkan hak-hak khusus bagi anggotanya. LinkedIn mendapatkan penghasilan sebesar US$972 juta atau Rp14 triliun.