Pemerintah Cari Utang hingga Rp40 Triliun Buat Biayai APBN 2020

Gedung Kementerian Keuangan.
Sumber :
  • Arrijal Rachman/VIVAnews.com

VIVA – Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020. Lelang dilakukan Selasa, 6 Oktober 2020 pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB.

Direktur SUN Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, mengatakan setelmen akan dilakukan pada Kamis, 8 Oktober 2020, dengan target indikatif SUN Rp20 triliun dan target maksimal Rp40 triliun.

Adapun seri yang ditawarkan adalah SPN12210108 dan SPN12211007 dengan tingkat bunga diskonto. FR0086 tingkat bunga 5,5 persen, FR0087 tingkat bunga 6,5 persen, FR0080 dan FR0083 tingkat bunga 7,5 persen serta FR0076 tingkat bunga 7,37 persen.

Baca juga: RUU Cipta Kerja Permudah Sertifikasi Produk Halal

"Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia," kata Deni, Jumat, 2 Oktober 2020.

Deni mengungkapkan, lelang bersifat terbuka dan menggunakan metode harga beragam. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif dikatakannya akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan.

"Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang," tuturnya.

Deni menegaskan, pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.

Deni juga menekankan, penyampaian penawaran pembelian SUN dari hasil leleng tersebut harus melalui peserta lelang sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 168/PMK.08/2019 dan PMK No. 38/PMK.02/2020.

Adapun peserta lelang terdiri dari dealer utama yakni Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk., PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., PT Bank Maybank Indonesia, Tbk., PT Bank Mandiri.

Kemudian Tbk., PT Bank Negara Indonesia, Tbk., PT Bank OCBC NISP, Tbk., PT Bank Panin, Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk., PT Bank Permata, Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk.

Lalu PT Bank ANZ Indonesia., Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A., PT. Bahana Sekuritas, PT. Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, dan PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk. Non dealer utama adalah Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia. (ren)