Kala Erick Thohir Batuk-batuk di Jakarta, Sebut Udara IKN Lebih Segar

Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir
Sumber :
  • VIVA/Galih Purnama

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengalami batuk-batuk di hadapan para awak media, saat melakukan wawancara usai mengikuti kegiatan menanam pohon di halaman Kementerian BUMN.

Saat tengah menjawab pertanyaan para awak media, seketika Erick pun terbatuk beberapa kali sehingga pembicaraan pun terhenti. Namun tak berselang lama, Erick pun kembali melanjutkan pembicaraan bersama para wartawan.

Dia berpendapat bahwa batuk-batuk yang dialaminya tersebut, merupakan dampak dari buruknya polisi udara di Jakarta. Erick bahkan sempat menjelaskan soal adanya reaksi tubuh yang dirasakannya, ketika ada benda asing yang masuk ke dalam sistem pernapasannya.

Tak hanya itu, Erick juga sempat membandingkan udara di Jakarta yang sudah tercemar polusi, sangat berbeda dengan udara Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang masih sangat segar dan bersih.

Menteri BUMN RI, Erick Thohir

Photo :
  • PNM

"Ini udara nih (sudah tercemar), dari IKN segar tapi ini agak (polusi)," kata Erick di kantornya, Rabu, 27 September 2023.

Dia menjelaskan, dalam upaya mengatasi permasalahan polusi di Jakarta, setidaknya membutuhkan waktu antara 6-8 tahun. Karenanya, Erick pun memastikan bahwa seluruh aset-aset BUMN juga didorong untuk membantu mengurangi masalah polusi udara tersebut. Selain menanam pohon, upaya lain yang dilakukan adalah memasang scrubber di pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).

"Aset-aset BUMN yang kita punya, kita coba dorong untuk membantu penegakan dari polusi, apakah menanam pohon, lalu PLN juga sudah lama pasang scrubber, kemarin (pembangkit) sebagian dimatiin, kita dorong ini semua supaya bisa lebih baik," ujar Erick.

PLN hadirkan listrik tanpa kedip di IKN

Photo :
  • PLN

Selain itu, Erick mengaku sudah menerbitkan peraturan yang mewajibkan seluruh karyawan BUMN menggunakan kendaraan listrik. Meskipun, implementasinya akan berlangsung secara bertahap antara 2-3 tahun sesuai pengembangan industrinya.

"Kalau bisa juga pakai biofuel,nya silakan, tapi kan kemarin hitung-hitungan dari masing-masing individu yang dari BUMN kita laksanakan," ujarnya.