Ekonomi RI Melambat Airlangga: Masih Lebih Tinggi dari China

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Anisa Aulia/VIVA.

Jakarta – Ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 melambat menjadi 4,94 persen secara year on year (yoy). Sebab pada kuartal II-2023 ekonomi RI tumbuh 5,17 persen yoy.

Merespons hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, ekonomi Indonesia masih tercatat lebih tinggi bila dibandingkan China, Malaysia, hingga Amerika Serikat (AS).

"Indonesia salah satu negara yang tumbuh kuat, pertumbuhan kita masih lebih tinggi dibandingkan berbagai negara termasuk China, Malaysia, Amerika, bahkan Singapura. Tentu kita ada diatas kita seperti Vietnam," kata Airlangga dalam konferensi pers di kantornya Senin, 6 November 2023.

Airlangga mengatakan, ekonomi kuartal III-2023 masih tumbuh hal itu ditopang oleh solidnya permintaan domestik. Hal ini tercermin dari konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Photo :
  • VIVA/Anisa Aulia


"Juga kita lihat dari indeks keyakinan konsumen yang masih di 121,7 di September," jelasnya.

Selain itu, Airlangga mengatakan tumbuhnya ekonomi RI ini juga didorong oleh konsumsi rumah tangga yang menjadi kontributor tertinggi sebesar 52,62 persen.

"Didukung oleh laju inflasi yg bisa dikendalikan ditambah lagi tentu pertumbuhan PMTB yg berkontribusi mendekati 30 persen. Termasuk komponen barang bangunan yang menggerakan sektor konsumsi," terangnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, perekonomian Indonesia pada kuartal III-2023 sebesar  4,94 persen secara yoy.

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi/Realisasi Investasi.

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2023 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 5.296 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.124,9 triliun.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 bila dibandingkan kuartal II-2023 atau secara qtq tumbuh sebesar 1,60 persen. Bila dibandingkan kuartal III-2022 atau secara yoy ekonomi Indonesia tumbuh 4,94 persen," kata Amalia dalam konferensi pers Senin, 6 November 2023.

Amalia mengatakan, hal itu disebabkan oleh melambatnya ekonomi global, adanya perubahan iklim, hingga menurunnya harga komoditas ekspor unggulan Indonesia.