Kebutuhan Beras SPHP se-Kalbar Hampir 200 Ton per Hari

Warga mengantri Sembako murah di Pontianak, beberapa waktu lalu. Permintaan beras SPHP alami peningkatan, apalagi di momen meroketnya harga beras
Sumber :
  • VIVA.co.id/Destriadi Yunas Jumasani (Pontianak)

Kalimantan Barat – Untuk mengantisipasi kenaikan yang signifikan, pemerintah melalui Perum Bulog yang merupakan badan usaha milik negara bergerak di bidang pangan menggelontorkan beras SPHP.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalimantan Barat, Dedi Aprilyadi mengatakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) atau persediaan beras yang dikuasai dan dikelola oleh Pemerintah pada Perum Bulog di Gudang Bulog sebanyak 7.500 ton. 

"Selain operasi pasar kami terus menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), baik ke pasar-pasar tradisional, toko-toko, retail modern maupun Rumah Pangan Kita (RPK)," ujar Dedi, pada Sabtu, 24 Februari 2024. 

Beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP)

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Menurut Dedi, Bulog rutin melaksanakan Operasi Pasar (OP), baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan pemerintah kota, kabupaten dan provinsi.

Sejak awal tahun 2024 ini, SPHP yang sudah Perum Bulog gelontorkan sampai dengan saat ini sebanyak 4.937 ton. 

"Stock yang akan masuk dari DKI sebanyak 3.000 ton (sedang berjalan), semuanya total 5.000 yang 2.000 sudah masuk. Sedangkan beras dari Vietnam sebanyak 9.200 ton pada awal Maret lewat Pelabuhan Kijing," ujarnya.

Pihaknya sudah menggelar Operasi Pasar di beberapa titik. Di antaranya di Pasar Mawar pada 19 Februari 2024, tanggal 21 Februari di Jungkat, tanggal 26 Februari di Pasar Rasau dan tanggal 28 Februari di Pasar Teratai, namun kata Dedi lokasi tentative.

Dedi menjelaskan permintaan beras SPHP selalu meningkat tiap bulan, diketahui sejak bulan September 2023 hingga saat ini terus alami peningkatan.

Pada bulan September lalu permintaan SPHP hanya berkisar 1.000 ton, namun bulan lalu mencapai 2.500 hingga 3.000 ton.

"Bulan ini rata-rata permintaan beras SPHP sebanyak 150 hingga 200 ton per hari se Kalbar," katanya.