Studi: Program PIP Berperan Penting dalam Mencegah Putus Sekolah
- Puslapdik Kemendikbudristek
Sebelum pandemi, tingkat putus sekolah di kalangan penerima PIP lebih rendah, yaitu hanya 0,61% dibandingkan 0,91% untuk siswa yang tidak menerima PIP. Tren ini tetap konsisten selama pandemi, dengan tingkat putus sekolah penerima PIP sebesar 0,71%, sementara yang tidak menerima PIP mencapai 1,01%.
Penelitian yang dilakukan oleh Abdul Hakim dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh juga mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi putus sekolah. Berdasarkan data SUSENAS 2019, anak-anak yang tidak mendapatkan PIP, berasal dari keluarga dengan kepala rumah tangga berpendidikan rendah, memiliki anggota keluarga lebih dari lima orang, dan tinggal di pedesaan, memiliki kemungkinan besar untuk putus sekolah. Dari hasil analisis regresi logistik, ditemukan bahwa siswa yang tidak mendapatkan PIP memiliki risiko putus sekolah 4,8 kali lebih besar dibandingkan siswa yang menerima PIP.