Belanda Jiper Juga
- Slashgear
Jakarta, VIVA – Pemerintah Belanda telah menangguhkan intervensinya di Nexperia, produsen chip milik China yang berkantor pusat di Nijmegen.
Den Haag mengambil tindakan pada September 2025 atas "kekurangan tata kelola yang serius" dan kekhawatiran atas pasokan semikonduktor Uni Eropa untuk mobil dan barang elektronik lainnya.
Sebagai tanggapan, Beijing memblokir ekspor cip perusahaan tersebut. Pada akhirnya, pemerintah Belanda mengatakan akan menghentikan keputusan awalnya setelah "pembicaraan konstruktif" dengan Beijing.
China mengatakan pihaknya menyambut baik langkah tersebut dan menambahkan bahwa itu adalah "langkah pertama ke arah yang benar menuju penyelesaian yang tepat", seperti dikutip dari situs BBC, Kamis, 20 November 2025.
Nexperia adalah pemasok utama chip komputer dasar untuk industri mobil, dan kekurangan telah mengancam rantai pasokan global.
Kekurangan chip komputer yang digunakan dalam berbagai barang elektronik dan mobil akan berdampak besar pada kemampuan produsen untuk membuat produk mereka.
Keputusan pemerintah Belanda akan meredakan ketegangan antara Uni Eropa dan China, yang telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir akibat perdagangan dan hubungan Beijing dengan Rusia.
Menteri Urusan Ekonomi Belanda Vincent Karremans menganggap tepat untuk menangguhkan tindakan, yang dilakukan berdasarkan Undang-Undang Ketersediaan Barang, sebelum pembicaraan lebih lanjut dengan pemerintah China.
"Kami positif terhadap langkah-langkah yang telah diambil oleh otoritas China untuk memastikan pasokan chip ke Uni Eropa dan seluruh dunia," ujarnya.
Pemerintah Belanda mengaku awalnya menerapkan undang-undang tersebut setelah adanya kekhawatiran "atas tindakan yang dikaitkan dengan ceo yang sekarang diskors, yang melibatkan transfer aset produk, dana, teknologi, dan pengetahuan yang tidak semestinya ke entitas asing".
"Tindakan-tindakan ini bertentangan dengan kepentingan perusahaan, para pemegang sahamnya, serta otonomi strategis dan keamanan pasokan Belanda dan Uni Eropa," tutur dia.
Pada Oktober 2025, pengadilan Belanda memerintahkan pemecatan mantan CEO Nexperia dan pendiri Wingtech Zhang Xuezheng, dengan alasan dugaan salah urus.
Pemerintah Belanda menambahkan bahwa keputusannya bertujuan untuk mencegah situasi di mana chip tidak tersedia dalam keadaan darurat.
Pada Desember tahun lalu, pemerintah AS menempatkan Wingtech, yang memiliki Nexperia, pada apa yang disebut "daftar entitas", yang mengidentifikasi perusahaan tersebut sebagai masalah keamanan nasional.