Freeport Diminta Gunakan Baja dan Semen Indonesia

Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Menteri Sudirman Said dan Kepala Bappenas Sofyan Djalil di PT Freeport Indonesia, Timika, Papua
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA.co.id - Menteri Perindustrian Saleh Husin meminta, perusahaan tambang multinasional Freeport Indonesia di Timika Papua menggunakan baja dan semen produksi Indonesia.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id, Menperin mengatakan, kualitas produk yang dimiliki Indonesia tak kalah bagus dibanding produk luar negeri. Selain itu, dengan menggunakan produk Indonesia, biaya yang dikeluarkan Freeport juga tidak begitu besar.

“Freeport telah menjadi bagian dari industri nasional. Maka sejalan dengan komitmen investasi dan operasi Freeport di Indonesia, saya minta mereka menggunakan lebih banyak produk yang sudah bisa dihasilkan di dalam negeri seperti baja dari Krakatau Steel, semen dari Semen Indonesia, batu bara dari PTBA dan lain-lain," kata Saleh didamping Menteri Bappenas Sofyan Djalil dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said di Freeport Papua, Sabtu 18 September 2015.

Tahun ini, Freeport berencana akan berbelanja untuk pembiayaan proyek mereka sebesar USD1,659 miliar atau setara Rp22,41 triliun bila menggunakan kurs dolar AS Rp13.500. Karena itu, Saleh berharap, alokasi dana itu dapat dinikmati Indonesia dalam bentuk pembelian sejumlah produk unggulan dalam negeri.

Sofyan Djalil juga berharap, sejumlah Badan Usaha Milik Negara yang ada di Indonesia untuk mengkaji peluang kerja sama bisnis dengan Freeport. "Misalnya membangun pabrik semen. Selain berpotensi menguntungkan, juga menumbuhkan ekonomi Papua," ujarnya.

Sementara, Menteri ESDM Sudirman Said berharap, kerja sama yang nantinya terjalin dapat saling menguatkan kedua belah pihak.

Direktur Utama Freeport Indonesia Maroef Sjamsudin mengaku hingga Juli 2015, realisasi belanja lokal pihaknya sudah mencapai 36 persen atau setara USD422 juta.

Ia menyambut baik bila BUMN hendak berpartisipasi dalam aktivitas Freeport. "Kami membuka kesempatan pada BUMN dan perusahaan nasional untuk melakukan penjajakan, apa saja produk dan kerja sama yang dapat dijalin dalam format B to B (business to business)," katanya.

Hingga kemarin, dari hasil kunjungan sejumlah menteri dan petinggi BUMN di Freeport, sinyal positif sudah diraih oleh PT Bukit Asam Tbk dan PT Semen Indonesia. Kedua perusahaan ini mendapat peluang untuk bekerjasama dengan Freepot. Bukit Asam rencananya akan membantu pasokan batu bara. Sementara, Semen Indonesia akan membuka pabrik baru di Papua dengan rencana kapasitas produksi 1 juta ton per tahun.

"Kami sudah memulai pembicaraan dengan Freeport. Peluang yang bisa dilakukan adalah memasok batu bara bagi pembangkit listrik Freeport dan kerja sama pembangunan pembangkit listrik," kata Direktur Utama PT Bukit Asam Milawarman.

(mus)