Perbedaan Mitchel Bakker, Mitchell Baker, dan Mathew Baker

Penyerang Timnas Indonesia, Mitchell Baker di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Sumber :
  • Instagram/timnasindonesia

VIVA – Nama Mitchel Bakker, Mitchell Baker, dan Mathew Baker mungkin terdengar hampir sama. Namun, ketiganya merupakan sosok berbeda yang memiliki perjalanan karier dan latar belakang menarik di dunia sepak bola.

Kemiripan nama mereka menjadi perhatian, terutama setelah Mitchell Baker mencuri perhatian bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Striker muda tersebut tampil tajam dengan torehan lima gol ke gawang Bangladesh, sekaligus mengukuhkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak, alias top scorer.

Di sisi lain, ada Mathew Baker yang lebih dahulu dikenal sebagai pemain muda potensial Timnas Indonesia. Sementara itu, Mitchel Bakker merupakan pesepak bola asal Belanda yang sudah merasakan atmosfer kompetisi elite Eropa bersama sejumlah klub besar.

Meski namanya hampir serupa, posisi bermain, usia, hingga perjalanan karier ketiganya memiliki perbedaan mencolok.

1. Mitchel Bakker, Bek Belanda yang Berpengalaman di Eropa

Mitchel Bakker merupakan pemain sepak bola asal Belanda yang lahir pada 20 Juni 2000. Ia mengawali perjalanan sepak bolanya melalui akademi Ajax Amsterdam sebelum melanjutkan karier ke luar negeri.

Pada 2019, Bakker bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG). Bersama klub raksasa Prancis tersebut, ia mencatatkan 45 penampilan di berbagai kompetisi.

Setelah dua tahun di Paris, Bakker melanjutkan kariernya bersama Bayer Leverkusen. Periode tersebut menjadi salah satu fase penting dalam perjalanannya di sepak bola Eropa. Ia tercatat tampil dalam 70 pertandingan dengan kontribusi lima gol dan tujuh assist.

Pada 2023, Bakker pindah ke Italia untuk memperkuat Atalanta. Namun, kesempatan bermain yang didapatkannya tidak selalu sesuai harapan. Ia kemudian menjalani masa peminjaman ke Lille pada 2024.

Bakker dikenal sebagai pemain yang dapat mengisi posisi bek kiri maupun peran lain di sisi kiri permainan. Pengalamannya bersama klub-klub besar Eropa membuat namanya berbeda dari dua pemain Indonesia yang memiliki kemiripan nama dengannya.

Kini, Bakker baru saja menentukan masa depannya. Dia bergabung dengan  NEC Nijmegen. Bakker bergabung dengan NEC Nijmegen dengan status bebas transfer setelah meninggalkan klub Italia, Atalanta, pada musim panas lalu. NEC juga memiliki opsi sepihak untuk memperpanjang kontraknya selama satu musim.

Sebelum resmi diperkenalkan, Bakker sudah beberapa pekan mengikuti latihan bersama NEC dalam pemusatan latihan di Estepona, Spanyol. Dalam beberapa hari terakhir, ia juga telah berada di Nijmegen untuk menyelesaikan proses kepindahannya. Bakker akan mengenakan nomor punggung 5 bersama NEC.

2. Mitchell Baker, Striker Muda Timnas Indonesia yang Tajam

Berbeda dari Mitchel Bakker, Mitchell Lee Baker merupakan penyerang muda yang memperkuat Timnas Indonesia.

Baker lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Meski lahir di Negeri Kanguru dan sempat menghabiskan sebagian masa kecilnya di Hong Kong, ia memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarga ibunya.

Kakek dari pihak ibunya, Han Koen Li, lahir di Yogyakarta. Sementara itu, neneknya, Li Nio The Lie, berasal dari Semarang.

Baker tumbuh dengan pengalaman sepak bola di sejumlah negara sebelum melanjutkan pendidikan di Northwood School, New York, Amerika Serikat. Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi di Georgetown University dengan mengambil jurusan Finance.

Di lingkungan sepak bola kampus, Baker menunjukkan produktivitas yang menjanjikan. Ia mencatatkan 14 gol dan tiga assist dalam 21 pertandingan bersama Georgetown Hoyas pada 2025.

Baker juga memiliki pengalaman bersama Black Rock FC dan Vermont Green FC, klub yang berkompetisi di USL League Two, Amerika Serikat.

Pada 13 Juli 2026, Mitchell Baker resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani pengambilan sumpah kewarganegaraan.

Kesempatan membela Timnas Indonesia kemudian menjadi panggung baginya untuk menunjukkan kemampuan. Dalam FIFA ASEAN Cup 2026, striker berusia 19 tahun itu mencetak lima gol saat Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.

Produktivitas tersebut membuat Mitchell Baker menjadi salah satu pemain yang paling banyak dibicarakan selama turnamen. Dengan postur tubuh yang menjulang dan naluri mencetak gol, ia memiliki karakter permainan berbeda dari Mathew Baker yang beroperasi di lini pertahanan.

3. Mathew Baker, Bek Muda dengan Rekam Jejak di Timnas Indonesia

Sementara itu, Mathew Ryan Baker merupakan pemain muda yang lebih dikenal sebagai pemain bertahan Timnas Indonesia.

Mathew Baker lahir di Melbourne, Australia, pada 13 Mei 2009. Ia memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Jakarta, sedangkan ayahnya merupakan warga negara Australia.

Baker mengembangkan kemampuan sepak bolanya di Australia. Ia pernah menimba ilmu bersama Malvern City dan Box Hill United sebelum bergabung dengan Melbourne City U-18.

Kemampuannya bermain di beberapa posisi menjadi salah satu keunggulan. Mathew dapat ditempatkan sebagai bek tengah, bek kiri, maupun gelandang bertahan.

Namanya mulai mendapat perhatian publik sepak bola Indonesia setelah memperkuat tim nasional kelompok umur. Ia juga sempat mendapat panggilan dari Timnas Australia U-17 pada Agustus 2024, tetapi memilih tidak mengambil kesempatan tersebut.

Perjalanan Mathew Baker bersama Timnas Indonesia berbeda dari Mitchell Baker. Jika Mitchell dikenal sebagai penyerang yang bertugas mencetak gol, Mathew memiliki peran untuk menjaga pertahanan dan membantu membangun serangan dari lini belakang.

Dengan usianya yang masih muda, Mathew menjadi salah satu pemain yang diproyeksikan untuk berkembang dan menambah kedalaman pilihan di sektor pertahanan Indonesia.

Ketiga pemain ini memiliki kemiripan nama, tetapi berasal dari latar belakang dan jalur karier yang berbeda.

Mitchel Bakker merupakan pemain Belanda kelahiran 2000 yang memiliki pengalaman bersama PSG, Bayer Leverkusen, dan Atalanta. Mitchell Baker adalah striker kelahiran Australia pada 2006 yang memiliki garis keturunan Indonesia dan mencuri perhatian lewat produktivitas golnya bersama Timnas Indonesia.

Adapun Mathew Baker merupakan pemain kelahiran Australia pada 2009 yang berkembang sebagai bek serbabisa dan telah menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia di kelompok umur.

Kemiripan nama ketiganya memang bisa membuat pencinta sepak bola keliru. Namun, jika melihat posisi, usia, dan rekam jejak masing-masing, perbedaannya sangat jelas: Mitchel Bakker dikenal melalui pengalamannya di Eropa, Mitchell Baker melalui ketajamannya di lini depan, sedangkan Mathew Baker melalui potensinya sebagai pemain bertahan.