Marak Kekerasan Suporter, Erick Thohir Ultimatum Klub

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir
Sumber :
  • ANTARA/Nur Imansyah

"Di luar lapangan, tentu saya mengapresiasi pihak kepolisian yang cepat menuntaskan beberapa isu kriminal dengan cepat, bahkan ada yang 1x24 jam langsung ditangkap. Pertemuan saya dengan Bapak Kapolri juga kemarin secara tertutup," imbuhnya.

"Mungkin satu hingga dua minggu lagi kami akan umumkan komitmen Kapolri dengan PSSI juga solid, bagaimana menindak para pelaku kriminal itu di luar pertandingan. Kalau di dalam pertandingan sendiri, kita sudah pernah mengalami peristiwa Kanjuruhan, saya rasa tidak bisa ditoleransi," ujarnya.

PSSI Tegaskan Ancaman Sanksi

Erick turut mengingatkan kembali tragedi Kanjuruhan sebagai salah satu peristiwa kelam sepak bola Indonesia. Ia menegaskan keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan pertandingan, baik di dalam maupun di luar stadion.

PSSI, lanjut Erick, tidak hanya akan mendorong penindakan terhadap klub yang melanggar aturan, tetapi juga terhadap suporter yang terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi dapat berupa pengurangan poin sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami, PSSI, tegas. Tidak hanya klubnya yang ditindaklanjuti, suporter juga, bahkan pengurangan poin yang memang harus dijalankan kalau kondisi ini tidak bisa dijaga keharmonisannya seperti yang kami harapkan," imbuhnya.

Pada musim 2026/2027, suporter tim tamu kembali diperbolehkan hadir setelah larangan selama tiga tahun. Erick meminta kesempatan tersebut dijaga melalui komitmen bersama antara klub dan operator kompetisi.

Menurutnya, kelonggaran bagi suporter tandang harus diiringi tanggung jawab agar dukungan langsung kepada tim kesayangan tidak berujung pada kekerasan maupun kerusuhan.

"Kita sudah tiga tahun tidak ada penonton tandang. Sekarang FIFA memberikan kelonggaran untuk baru musim ini," kata Erick Thohir.

"Tentu, hal-hal ini yang saya rasa harus kami pastikan, ini bisa menjadi keteguhan bersama antara liga dan klub, menjaga keharmonisan ini," imbuhnya.