Alasan Mengejutkan Diego Simeone Tolak Jabat Tangan Klopp

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone.
Sumber :
  • Instagram/@simeone

VIVA Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone dikritik oleh banyak media Inggris karena meninggalkan lapangan tanpa menjabat tangan pelatih Liverpool, Juergen Klopp pada peluit akhir usai kedua tim berduel, Selasa kemarin 19 Oktober 2021.

Banyak yang menilai, keengganan Simeone itu karena tim asuhannya kalah di laga tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, Atletico Madrid kalah 2-3 dari Liverpool di Estadio Wanda Metropolitano dalam lanjutan Liga Champions.

Namun alasan Simeone ternyata bukan itu. Dia dengan tegas mengatakan bahwa dirinya sosok yang tidak suka berjabat tangan dengan pelatih lain seusai pertandingan. Baik saat timnya menang ataupun saat timnya kalah.

“Saya tidak selalu menyapa pelatih lain usai pertandingan karena saya tidak menyukainya,” jelasnya seperti dilansir VIVAbola dari Football Espana. “Itu tidak sehat untuk pemenang atau pecundang. Saya berpikir seperti itu."

"Tapi sekarang, ketika saya melihatnya (insiden tersebut menjadi ramai), saya akan menyapa tanpa masalah,” lanjut pelatih asal Argentina tersebut.

Manajer Liverpool, Juergen Klopp.

Photo :
  • independent.ie

Penyelamatan Hebat Kiper

Di laga itu, Atletico Madrid sudah tertinggal cepat 0-2 saat laga baru berjalan 13 menit. Dua gol The Reds dicetak Mohamed Salah (8') dan Naby Keita (13'). Tapi Atletico bangkit dengan dua gol Antoine Griezmann (20', 34').

Sayang, 12 menit jelang pertandingan usai, Atletico kembali kebobolan. Salah kembali mencatatkan namanya di papan skor usai memaksimalkan hadiah penalti. Atletico Madrid pun harus pulang dengan kekalahan 2-3.

“Pertandingan yang sulit melawan lawan yang memiliki permainan hebat dan tim yang biasanya memenangkan pertandingan dengan banyak gol. Kami juga tidak memulai pertandingan seperti yang kami inginkan,” kata Diego Simeone.

“Setelah berhasil menyamakan kedudukan, kami mulai bisa memainkan pertandingan yang kami rencanakan. Kami memiliki peluang untuk membuat tim kami unggul, dengan yang paling jelas datang di babak kedua, tetapi kiper membuat penyelamatan hebat."