Ferdinand: Kami Takkan Biarkan Rasisme Menang

Sumber :

VIVAnews - Rio Ferdinand menegaskan bahwa para pemain Inggris takkan meninggalkan lapangan. Itu jika terjadi tindakan rasis saat lawan Spanyol, Rabu 11 Februari 2009.

Skuad The Three Lions telah hadir di Sevilla, Senin sore, 9 Februari 2009. Mereka tahu akan banyak mendapatkan sorotan selain harus tampil bagus, tentunya.

Mantan bintang Chelsea, Paul Elliott, sempat minta anak buah Fabio Capello agar meninggalkan lapangan saja. Terutama jika tindakan rasis berulang kembali di Spanyol.

"Saya rasa, kami tak tak harus bereaksi seperti itu. Sebagai tim maupun individu, Anda harus siap menghadapi situasi seperti itu," kata Ferdinand kepada Guardian.

Bek tangguh Inggris dan Manchester United itu juga takkan mogok main jika memang ada tindakan rasis lagi. "Kami harus tetap bermain, bahkan menang. Itu akan jadi kemenangan atas rasisme."

Insiden rasis pertama terjadi di Madrid pada November 2004. Saat itu fans Spanyol mengejek dua pemain keling Ashley Cole dan Shaun Wright-Phillips. Dalam laga yang dimenangi Spanyol 1-0 itu, mereka diejek bak monyet.

Inggris kini memiliki delapan pemain keling dalam skuadnya. Awalnya, laga ini sempat akan kembali digelar di Inggris, tapi akhirnya dipindah ke Sevilla atas permintaan FA. Dan atmosfer Soho Square diyakini bisa menghindari tindakan rasis itu.

Rasisme memang masih menjadi masalah tersendiri buat sepakbola Spanyol. Bintang Kamerun, Samuel Eto’o, jadi pemain paling vokal menentang rasisme. Apalagi, ia sering mendapatkan pelecehan di La Liga.

Ia sempat sekali meninggalkan lapangan saat Barcelona lawan Real Zaragoza. Itu bentuk protes kepada aksi suporter Zaragoza yang menghinanya. Eto'o akhirnya kembali ke lapangan setelah dibujuk rekan setimnya.