Vietnam Dihantam Skandal Jelang Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Vietnam di Piala Asia 2023
Sumber :
  • AP Photo/Thanassis Stavrakis

VIVA – Timnas Vietnam diterpa kabar buruk jelang menghadapi Timnas Indonesia pada laga lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Vietnam akan bertandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 21 Maret 2024. Lima hari kemudian, gantian mereka yang menjadi tuan rumah.

Jelang laga tersebut, sepakbola Vietnam diganggu skandal memalukan yakni adanya praktik pengaturan skor. Kasus itu terjadi di divisi satu Liga Vietnam.

Adalah lima pemain klub Ba Ria Vung Tau FC (BRVT) yang dinyatakan terbukti bersalah. Mereka yaitu Tran Ky Anh, 20, Nguyen Son Hai, 30, Le Bang Gia Huy, 22, Nguyen Quang Huy, 20, dan Pham Van Phong, 20.

Kasus ini terbongkar usai Polisi Provinsi Ba Ria-Vung Tau membuka penyelidikan kriminal terhadap kelima orang tersebut pada 1 Februari karena berjudi. 

Pihak berwenang terus memperluas kasus ini untuk mengklarifikasi tanda-tanda kriminal lainnya. Menyusul kejadian tersebut, BRVT memutuskan kontrak dengan kelima pemain tersebut. 

Berdasarkan penelusuran awal, pada laga BRVT kontra Da Nang di Stadion Ba Ria pada 24 Desember 2023, kelima pemain starter ini sepakat untuk tampil underperform secara bersama-sama. 

Sebelumnya, mereka telah memasang taruhan pada tim lawan untuk memenangkan pertandingan. Alhasil, klub mereka kalah 1-3.

BRVT didirikan pada tahun 1991 tetapi dibubarkan pada tahun 1997. Pada tahun 2006, Komite Rakyat provinsi menyetujui proyek untuk merevitalisasi klub agar dapat bermain di divisi tiga.  

Pada tahun 2010, klub ini dipromosikan ke divisi dua namun dibubarkan kembali pada tahun 2012. Lima tahun kemudian, tim ini kembali dibentuk dan dipertandingkan dari divisi tiga, kemudian naik ke divisi dua pada tahun 2018 dan ke divisi satu pada tahun 2020. 

Sepak bola Vietnam telah menyaksikan beberapa insiden pengaturan pertandingan seperti ketika Nguyen Quoc Vuong dan rekan satu timnya terlibat dalam pengaturan pertandingan di SEA Games 2005.

Juga di musim divisi pertama ini, Dong Nai memutuskan kontrak dengan empat pemain karena berkinerja buruk dalam kekalahan 0-4 melawan BRVT.