Bos Twitter Harus Turun Tangan Redam Kemarahan Penggunanya

Sumber :
  • businessinsider.com

VIVA.co.id - Chief Executive Officer (CEO) Twitter, Jack Dorsey harus turun tangan demi meredamkam ribuan pengguna media sosialnya yang marah terhadap Twitter. Bahkan, persoalan tersebut terus digemakan oleh mereka dengan menggunakan tanda pagar (tagar) #RIPTwitter.

Persoalan ini bermula dari kabar yang beredar kalau Twitter akan mengadopsi timeline berdasarkan algoritma. Dengan menggunakan sistem tersebut, maka tampilan kicauan yang ada di timeline bisa diatur sesuai yang diinginkan, bukan lagi berdasarkan kronologi ketika tweet itu dibuat.

Artinya, sistem algoritma tersebut akan serupa yang terjadi pada Facebook, di mana postingan timeline-nya dapat diatur.

Kabar Twitter akan mengadopsi algoritma tersebut mengemuka dalam laporan dari Buzzfeed, kemudian langsung ditanggapi oleh para penggunanya. Mereka yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan tersebut langsung menyanding tagar #RIPTwitter sebagai bentuk protes.

"Saya tahu, kalian semuanya selalu mendengarkan. Kita tidak pernah berencana untuk mengubah tampilan timeline pada minggu depan," kilah Dorsey kepada ribuan penggunanya itu yang dikutip dari laman Cnet, Selasa 9 Februari 2016.

Meski telah menanggapi pernyataan dari pengguna setianya, tetapi bos Twitter itu tidak menyinggung kapan timeline media sosial berlogo burung tersebut akan berevolusi. Dorsey hanya menyampaikan, pihaknya takkan mengubah konsep dasar layanannya secara drastis.

"Twitter dapat membantu menghubungkan secara real-time berdasarkan minat dinamis dan topik, daripada grafik sosial/teman statis. Kita mengerti," ucap Dorsey yang juga merupkan pendiri Twitter ini.

Sebelumnya, Twitter juga berkeinginan keluar dari jalurnya soal batas karakter kicauan. Semula kicauan yang harus sesuai dengan jumlah karakter hingga 140, maka akan diperluas hingga lebih panjang lagi. Tetapi, langkah tersebut juga mengundang kemarahan penggunanya. (asp)