Tren 4K, Lalu Lintas Internet Bakal Disesaki Video

Ilustrasi.
Sumber :
  • myfrontporchswing.com

VIVA.co.id - Berdasarkan prediksi yang didapatkan Huawei Indonesia, pada 2020, sebanyak 85 persen dari lalu lintas data di internet menggunakan layanan video. Bahkan, para operator telekomunikasi akan memanfaatkan video sebagai layanan dasar yang ditawarkan kepada konsumen.

Tren konsumsi video tersebut sudah terasa saat ini, di mana pengguna sudah sering menikmati layanan video melalui YouTube dan Netflix di smartphone. Sementara itu, video dengan resolusi 4K pun turut menyertai bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman layar lebih tajam.

Huawei menyebutkan, tren 4K akan terus tumbuh dengan diawali tahun ini, di saat layanan video seperti YouTube dan Netflix sudah menawarkan resolusi dengan 4.000 piksel. Namun, untuk merasakan pengalaman tersebut dibutuhkan kecepatan internet stabil antara 20-25 Mbps.

"Dengan besarnya resolusi video itu, menandakan dibutuhkanya bandwith yang lebih besar pula. Begitu juga dengan kecepatan internet untuk menawarkan video yang (berjalan) lebih mulus. Artinya, diperlukan infrastruktur jaringan broadband. Kami memerlukan jaringan fiber optik yang lebih banyak," ujar Huawei CMO untuk region Pasifik Selatan, Lim Chee Siong, di Jakarta, Kamis, 7 April 2016.

Pada kesempatan yang sama, General Manager Solution Consulting Huawei, Mohamad Rosidi, mengatakan, sebenarnya permintaan video dengan resolusi 4K sudah dirasakan sekarang, begitu juga dengan infrastruktur yang mendukung adanya kualitas video tersebut.

"Di Indonesia sudah ada fiber optik, sudah tersedia di kota-kota besar, ada broadband plan juga. Tinggal bagaimana memonotize-nya. Ini tidak bisa dielakkan lagi," ungkapnya.